Tim Al-Fath UNY Hadirkan SIGAP, Integrasikan Keselamatan Berlalu Lintas, Keterampilan Berbahasa, dan Coding di Sekolah Dasar

Yogyakarta – Upaya meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas sejak usia sekolah dasar dapat dilakukan melalui pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Tidak hanya mengenalkan rambu dan aturan di jalan, siswa juga perlu dibekali kemampuan untuk memahami permasalahan, menyampaikan pendapat, serta mengembangkan solusi secara kreatif. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Tim Al-Fath Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menghadirkan SIGAP (Simulasi Interaktif Gerakan Aman Pengguna Jalan), sebuah inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan edukasi keselamatan berlalu lintas, keterampilan berbahasa, dan literasi teknologi melalui pengenalan coding. Inovasi ini diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran bersama 20 siswa kelas IV SDN Model Sleman pada Juli 2026. Melalui SIGAP, Tim Al-Fath berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada pemahaman materi, tetapi juga mendorong siswa untuk berpikir kritis, mengomunikasikan gagasan, menyusun teks argumentasi, serta mengenal pemanfaatan teknologi sebagai sarana memvisualisasikan solusi. Berangkat dari Permasalahan Nyata di Lingkungan Siswa Pengembangan SIGAP dilatarbelakangi oleh persoalan keselamatan berlalu lintas yang masih relevan dengan kehidupan anak usia sekolah dasar. Dalam aktivitas sehari-hari, siswa telah berinteraksi langsung dengan lingkungan jalan raya, baik ketika berangkat maupun pulang sekolah. Keberagaman moda transportasi yang digunakan siswa, seperti sepeda listrik, sepeda kayuh, maupun kendaraan antar-jemput, menunjukkan bahwa pemahaman mengenai keselamatan berlalu lintas menjadi kebutuhan yang perlu diperhatikan sejak dini. Berdasarkan hasil observasi awal di lingkungan SDN Model Sleman, tim menemukan adanya keberagaman moda transportasi yang digunakan siswa untuk melakukan mobilitas menuju sekolah. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar dalam menentukan keselamatan berlalu lintas sebagai konteks pembelajaran yang dekat dengan pengalaman peserta didik. Urgensi permasalahan ini juga diperkuat melalui data kecelakaan lalu lintas yang dihimpun tim dari Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Polri.

Pada periode 1 Januari 2024 hingga 12 Oktober 2026, tercatat 6.668 kasus kecelakaan yang melibatkan sepeda listrik, dengan 23,8% di antaranya melibatkan kelompok usia setingkat sekolah dasar. Data tersebut menjadi penguat pentingnya edukasi keselamatan berlalu lintas yang diberikan secara berkelanjutan kepada anak-anak. Namun, pengenalan keselamatan berlalu lintas tidak cukup apabila hanya dilakukan melalui penyampaian aturan dan hafalan rambu. Siswa perlu memperoleh kesempatan untuk memahami alasan di balik suatu aturan, mengidentifikasi risiko, serta menyampaikan pandangan mengenai tindakan yang tepat dalam menghadapi situasi di jalan. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang mampu menghubungkan pengetahuan keselamatan berlalu lintas dengan pengembangan keterampilan berpikir dan berbahasa. SIGAP: Mengintegrasikan Keselamatan Berlalu Lintas, Bahasa, dan Teknologi Menjawab kebutuhan tersebut, Tim Al-Fath mengembangkan SIGAP sebagai inovasi pembelajaran yang menghubungkan tiga aspek utama, yaitu edukasi keselamatan berlalu lintas, keterampilan berbahasa, dan pengenalan coding. Ketiga aspek tersebut dirancang dalam satu rangkaian pembelajaran yang saling berkaitan sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Dalam inovasi ini, keselamatan berlalu lintas menjadi konteks utama pembelajaran. Keterampilan berbahasa, khususnya berbicara dan menulis, dikembangkan melalui aktivitas diskusi, penyampaian pendapat, serta penyusunan teks argumentasi. Sementara itu, coding dimanfaatkan sebagai sarana bagi siswa untuk mengenal teknologi dan memvisualisasikan gagasan melalui simulasi interaktif. Integrasi tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk tidak hanya mengetahui suatu permasalahan, tetapi juga mengembangkan kemampuan dalam mengomunikasikan pemikiran dan merepresentasikan solusi. Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan, melainkan turut mendorong pengembangan kompetensi yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mendukung pelaksanaannya, SIGAP menghadirkan Sobat SIGAP sebagai bagian dari pengalaman pembelajaran, serta CERMAT (Cerdas Mengenal Rambu Lalu Lintas Hebat) sebagai media pengenalan rambu lalu lintas. Berbagai platform dan media digital interaktif juga dimanfaatkan untuk memperkaya aktivitas belajar siswa. Implementasi Pembelajaran SIGAP di SDN Model Sleman Pada Juli 2026, Tim Al-Fath melaksanakan implementasi SIGAP bersama 20 siswa kelas IV SDN Model Sleman. Kegiatan pembelajaran dirancang dengan pendekatan yang interaktif melalui serangkaian aktivitas yang mengajak siswa mengenali permasalahan, membangun pemahaman, mengembangkan argumentasi, hingga mengenal pemanfaatan teknologi untuk merepresentasikan solusi. Pembelajaran diawali dengan penggalian pengetahuan awal siswa mengenai keselamatan berlalu lintas. Siswa diajak mengamati berbagai situasi yang sering ditemukan di lingkungan jalan raya, mengenali jenis-jenis rambu, serta mengidentifikasi perilaku yang dapat memengaruhi keselamatan pengguna jalan. Melalui kegiatan tersebut, siswa didorong untuk menghubungkan materi pembelajaran dengan pengalaman yang mereka miliki dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, siswa diperkenalkan dengan CERMAT (Cerdas Mengenal Rambu Lalu Lintas Hebat). Melalui media ini, siswa belajar mengenali simbol dan makna rambu lalu lintas serta memahami fungsi setiap rambu dalam menjaga ketertiban dan keselamatan di jalan. Kegiatan dikemas secara menarik dengan memanfaatkan media visual dan aktivitas interaktif agar siswa dapat terlibat secara aktif selama proses pembelajaran. Pembelajaran kemudian diarahkan pada penguatan keterampilan berbahasa melalui aktivitas diskusi dan penyampaian pendapat. Siswa diberikan kesempatan untuk mengemukakan pandangan mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas, mengidentifikasi permasalahan yang ditemukan, serta menyampaikan alasan terhadap pendapat yang dikemukakan. Aktivitas ini menjadi bagian penting dalam melatih keberanian berbicara, kemampuan mengorganisasikan gagasan, dan keterampilan berkomunikasi. Penguatan tersebut dilanjutkan melalui pembelajaran teks argumentasi. Siswa diajak menyusun pendapat yang disertai alasan dan bukti pendukung sederhana mengenai isu keselamatan berlalu lintas. Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa sebuah pendapat perlu disampaikan secara logis dan didukung oleh alasan yang relevan. Permasalahan yang dekat dengan kehidupan mereka menjadi bahan untuk mengembangkan kemampuan menulis sekaligus membangun kesadaran mengenai pentingnya perilaku aman di jalan.

Menariknya, pembelajaran SIGAP tidak hanya berhenti pada aktivitas literasi. Setelah mengembangkan pemahaman dan gagasan melalui diskusi serta penulisan teks argumentasi, siswa juga diperkenalkan dengan pemanfaatan teknologi melalui coding menggunakan Scratch. Mengenalkan Coding melalui Simulasi Interaktif Penggunaan Scratch dalam pembelajaran SIGAP memberikan pengalaman awal bagi siswa untuk mengenal konsep coding melalui blok-blok perintah yang disusun menjadi sebuah simulasi sederhana. Dalam konteks keselamatan berlalu lintas, simulasi digunakan untuk merepresentasikan situasi jalan dan menghubungkan pemahaman siswa mengenai aturan dengan visualisasi digital. Melalui aktivitas ini, siswa memperoleh kesempatan untuk mengenal cara kerja instruksi, memahami urutan perintah, dan melihat bagaimana sebuah gagasan dapat direpresentasikan melalui teknologi. Penggunaan coding juga menjadi sarana untuk memperkenalkan pola berpikir sistematis dan kreativitas dalam menyelesaikan permasalahan. Integrasi coding dalam pembelajaran ini tidak dimaksudkan untuk menjadikan siswa sekadar mampu menggunakan aplikasi, tetapi memberikan pengalaman bahwa teknologi dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan dan mengomunikasikan ide. Hal tersebut sekaligus memperluas pengalaman belajar siswa bahwa keterampilan yang diperoleh melalui pembelajaran Bahasa Indonesia dapat dihubungkan dengan pemanfaatan teknologi digital. Untuk memperkaya proses pembelajaran, tim turut memanfaatkan sejumlah media dan platform pendukung, seperti Padlet, Mentimeter, Blooket, serta media pembelajaran digital lainnya. Penggunaan berbagai media tersebut disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan, mulai dari pengumpulan respons siswa, penyampaian materi, aktivitas permainan edukatif, hingga evaluasi pembelajaran. Hasil Pembelajaran dan Pengalaman Belajar Siswa Pelaksanaan SIGAP memberikan pengalaman pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan, keterampilan, dan teknologi dalam satu rangkaian kegiatan. Melalui aktivitas yang dilaksanakan, siswa memperoleh kesempatan untuk mengenali rambu lalu lintas, memahami pentingnya keselamatan di jalan, mengemukakan pendapat, menyusun teks argumentasi, serta mengenal coding sebagai sarana visualisasi gagasan. Keterlibatan siswa terlihat melalui berbagai aktivitas pembelajaran, mulai dari pengamatan, diskusi, permainan edukatif, pengerjaan tugas, hingga penggunaan media digital. Siswa tidak hanya berperan sebagai penerima informasi, tetapi juga terlibat dalam proses membangun pemahaman dan mengembangkan gagasan berdasarkan permasalahan yang diangkat. Untuk mengetahui ketercapaian pembelajaran, Tim Al-Fath melaksanakan asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif. Asesmen diagnostik digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai pengetahuan awal dan karakteristik belajar siswa. Selanjutnya, asesmen formatif dilaksanakan untuk memantau perkembangan pemahaman selama proses pembelajaran, sedangkan asesmen sumatif digunakan untuk melihat capaian belajar setelah seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan. Hasil asesmen tersebut menjadi bahan evaluasi tim dalam melihat pemahaman siswa terhadap materi, keterlibatan selama pembelajaran, serta respons terhadap penggunaan media yang dikembangkan. Selain itu, kegiatan ini memberikan gambaran bahwa isu keselamatan berlalu lintas dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran Bahasa Indonesia secara kontekstual, khususnya melalui pengembangan keterampilan berbicara dan menulis teks argumentasi. Salah satu guru SDN Model Sleman menyampaikan bahwa pembelajaran dengan mengangkat permasalahan nyata dan memanfaatkan media interaktif dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih bervariasi bagi siswa. "Menurut saya, pembelajaran SIGAP memberikan pengalaman yang menarik bagi anak-anak karena materi yang disampaikan sangat dekat dengan kehidupan mereka. Siswa tidak hanya belajar mengenali rambu lalu lintas, tetapi juga diajak berdiskusi, menyampaikan pendapat, menulis teks argumentasi, hingga mengenal teknologi melalui coding.

Kegiatan seperti ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dengan cara yang lebih aktif dan beragam. Harapannya, pembelajaran seperti SIGAP dapat terus dikembangkan sehingga siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari." Harapan dan Keberlanjutan Inovasi SIGAP Bagi Tim Al-Fath, implementasi SIGAP di SDN Model Sleman merupakan salah satu langkah penting dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang berangkat dari permasalahan nyata di lingkungan peserta didik. Pengalaman pelaksanaan ini juga menjadi kesempatan bagi tim untuk melihat secara langsung bagaimana integrasi materi keselamatan berlalu lintas, keterampilan berbahasa, dan coding dapat diterapkan dalam pembelajaran sekolah dasar. Ke depan, Tim Al-Fath berharap SIGAP dapat terus dikembangkan dan disempurnakan agar dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh satuan pendidikan. Pengembangan media, penyempurnaan aktivitas pembelajaran, serta penyesuaian dengan karakteristik dan kebutuhan siswa menjadi bagian dari upaya untuk menjaga keberlanjutan inovasi ini. Lebih dari sekadar media edukasi keselamatan berlalu lintas, SIGAP diharapkan dapat menjadi alternatif pembelajaran yang membantu guru menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual, interaktif, dan multidisipliner. Integrasi keterampilan berbahasa dan literasi teknologi di dalamnya diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi pendidik untuk memanfaatkan persoalan di sekitar siswa sebagai sumber belajar yang bermakna. Tim juga berharap inovasi ini dapat menjangkau lebih banyak sekolah dan memberikan manfaat bagi berbagai pihak, baik siswa, guru, maupun lingkungan pendidikan secara lebih luas. Melalui kolaborasi dan pengembangan berkelanjutan, SIGAP diharapkan mampu menjadi salah satu kontribusi dalam mendukung pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus tetap berorientasi pada kebutuhan dan kehidupan nyata peserta didik.

Melalui SIGAP, Tim Al-Fath UNY ingin menunjukkan bahwa pembelajaran dapat menjadi lebih bermakna ketika siswa diberikan kesempatan untuk memahami permasalahan, mengomunikasikan pemikiran, dan mengembangkan gagasan melalui teknologi. Keselamatan berlalu lintas bukan hanya tentang mengenal rambu dan menghafalkan aturan, teks argumentasi bukan sekadar tugas menulis, dan coding bukan hanya keterampilan menggunakan teknologi. Ketiganya dapat saling terhubung untuk membangun pengalaman belajar yang mendorong siswa menjadi pribadi yang kritis, komunikatif, kreatif, serta memiliki kesadaran dan tanggung jawab sebagai pengguna jalan.