You are here
Mahasiswa PGSD UNY Ikuti Upacara Adat Kapu, Mengenal Tradisi Penerimaan Tamu Masyarakat Nusa Tenggara Timur
Primary tabs

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FIP UNY yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur (NTT) berkesempatan mengikuti upacara adat Kapu, sebuah tradisi penerimaan tamu yang mencerminkan nilai penghormatan, persaudaraan, dan kearifan lokal masyarakat setempat.
Keikutsertaan mahasiswa dalam upacara adat Kapu menjadi pengalaman berharga untuk mengenal lebih dekat budaya dan kehidupan sosial masyarakat NTT. Tradisi ini merupakan bentuk penyambutan terhadap tamu yang datang, sekaligus ungkapan penghormatan dan penerimaan sebagai bagian dari upaya membangun hubungan yang harmonis antara masyarakat dan para pendatang. Dalam tradisi Kapu, prosesi penerimaan tamu dilaksanakan berdasarkan tata cara adat yang berlaku di masyarakat setempat. Melalui prosesi tersebut, tamu diperkenalkan dan diterima dengan penuh penghormatan. Tradisi ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya menjunjung tinggi hubungan antarmanusia, tetapi juga menjaga nilai-nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun.
Bagi mahasiswa PGSD UNY, mengikuti upacara adat Kapu bukan sekadar menjadi bagian dari rangkaian kegiatan KKN Kemanusiaan, melainkan juga kesempatan untuk belajar secara langsung dari masyarakat. Mahasiswa dapat memahami bagaimana nilai kesopanan, penghargaan terhadap sesama, kebersamaan, dan keterbukaan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pengalaman tersebut sejalan dengan semangat KKN Kemanusiaan, yaitu mendorong mahasiswa untuk hadir dan berkontribusi di tengah masyarakat sekaligus membangun hubungan sosial yang dilandasi sikap saling menghormati. Melalui interaksi dengan masyarakat setempat, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kepekaan sosial, empati, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan yang memiliki latar belakang budaya berbeda.
Sebagai calon pendidik sekolah dasar, pengalaman mengikuti upacara adat Kapu juga memberikan pembelajaran penting mengenai keberagaman budaya Indonesia. Pengetahuan yang diperoleh secara langsung dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam mengembangkan pembelajaran yang kontekstual, khususnya mengenai keragaman budaya, interaksi sosial, nilai dan norma, serta kearifan lokal. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa masyarakat merupakan sumber belajar yang penting. Tradisi adat tidak hanya memiliki makna seremonial, tetapi juga mengandung nilai pendidikan karakter yang dapat ditanamkan kepada peserta didik, seperti sikap menghormati orang lain, toleransi, gotong royong, dan menghargai perbedaan.
Melalui partisipasi dalam upacara adat Kapu, mahasiswa PGSD UNY yang mengikuti KKN Kemanusiaan di NTT diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga dan menghargai warisan budaya bangsa. Pengalaman ini memperkaya wawasan mahasiswa bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan sosial, tetapi juga melalui kesediaan untuk belajar, memahami, dan menghormati nilai-nilai budaya masyarakat setempat.
Kehadiran mahasiswa dalam tradisi Kapu menjadi wujud perjumpaan antara semangat kemanusiaan dan kekayaan budaya lokal. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat karakter mahasiswa sebagai calon guru yang peduli, berwawasan kebangsaan, serta mampu menanamkan nilai-nilai keberagaman kepada generasi penerus bangsa.
Copyright © 2026,