You are here
Dari Magnet hingga Pasir Besi: Pengalaman Belajar Kemagnetan Murid Kelas IV SDN Deresan
Primary tabs

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) melaksanakan pembelajaran IPAS dengan materi sifat dan gejala kemagnetan bersama murid kelas IV SDN Deresan pada hari Selasa 22 September 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di SDN Deresan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ini menjadi salah satu kegiatan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada murid untuk memahami materi melalui kegiatan praktik secara langsung. Kegiatan tersebut juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran yang melibatkan murid secara aktif dalam proses pengamatan dan percobaan.
Pembelajaran diawali dengan apersepsi mengenai benda-benda yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan memiliki hubungan dengan magnet. Mahasiswa kemudian mengajak murid mengenal pengertian magnet serta beberapa sifat magnet. Agar materi tidak hanya dipahami melalui penjelasan, mahasiswa menggunakan magnet dan pasir besi sebagai media pembelajaran. Penggunaan media tersebut dipilih karena dapat membantu murid melihat secara langsung gejala kemagnetan yang sedang dipelajari.
Selanjutnya, murid dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan percobaan sederhana. Setiap kelompok mendapatkan magnet dan pasir besi yang digunakan untuk mengamati interaksi antara keduanya. Murid mencoba mendekatkan magnet pada pasir besi dan memperhatikan perubahan yang terjadi. Pasir besi yang berada di sekitar magnet akan tertarik dan mengikuti arah magnet. Dari kegiatan tersebut, murid dapat mengamati secara langsung salah satu sifat magnet. Murid kemudian mencatat hasil pengamatan pada LKPD dan mendiskusikan hasil percobaan bersama anggota kelompok.
Setelah kegiatan percobaan selesai, beberapa kelompok diberikan kesempatan untuk menyampaikan hasil pengamatannya di depan kelas. Mahasiswa kemudian memberikan penguatan terhadap hasil yang diperoleh murid dan meluruskan pemahaman yang masih kurang tepat. Pembelajaran dilanjutkan dengan membahas benda-benda yang dapat dan tidak dapat ditarik oleh magnet serta contoh pemanfaatan magnet dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, murid tidak hanya mengetahui konsep kemagnetan, tetapi juga dapat menghubungkannya dengan benda dan peristiwa yang ada di lingkungan sekitar.
Penggunaan media konkret membuat murid mendapatkan pengalaman belajar secara langsung. Selama kegiatan berlangsung, murid terlibat dalam proses mengamati, mencoba, berdiskusi, mencatat, dan menyampaikan hasil pengamatan. Kegiatan praktik juga memberikan kesempatan kepada murid untuk menemukan sendiri hubungan antara magnet dan pasir besi sehingga pembelajaran terasa lebih menarik. Hal ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap SDG 4: Pendidikan Berkualitas, karena pembelajaran memberikan pengalaman yang aktif, kontekstual, dan bermakna bagi murid.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa PK berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan ruang bagi murid untuk belajar melalui pengalaman nyata. Pemanfaatan alat dan bahan sederhana seperti magnet dan pasir besi dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu murid memahami materi IPAS dengan cara yang lebih mudah dan menarik. Kegiatan pembelajaran tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman positif bagi murid sekaligus mendukung terciptanya proses pembelajaran yang berkualitas di SDN Deresan.
Penulis : Nurjihan Falih Nabiilah
Copyright © 2026,