You are here
Pembelajaran Pendidikan Pancasila tentang Norma dalam Kehidupanku Berbasis SDGs di SD Negeri Bangirejo 1 Yogyakarta
Primary tabs

Pada Jumat, 11 September 2026, mahasiswa PK Satrio Bagus Prasetiyo melaksanakan kegiatan pembelajaran Pendidikan Pancasila di SD Negeri Bangirejo 1 Yogyakarta. Kegiatan ditujukan kepada peserta didik kelas V dengan materi “Norma dalam Kehidupanku” yang membahas hakikat norma, empat bentuk norma, hak dan kewajiban, serta musyawarah. Pembelajaran dilaksanakan selama 2 x 35 menit dengan memanfaatkan media PowerPoint, video pembelajaran, dan LKPD. Kegiatan ini memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan bermutu melalui pembelajaran yang aktif dan bermakna serta SDG 16 tentang perdamaian, keadilan, dan masyarakat yang inklusif melalui pembiasaan menaati norma dan melakukan musyawarah. Materi dan tujuan pembelajaran mengarahkan peserta didik untuk memahami serta menerapkan norma, hak, dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan pembelajaran diawali dengan salam, doa, pengecekan kehadiran, penyampaian kesepakatan belajar, dan apersepsi melalui pertanyaan mengenai pentingnya aturan di rumah dan sekolah. Pada kegiatan inti, peserta didik mengamati berbagai contoh perilaku melalui media pembelajaran, kemudian menyimak penjelasan tentang norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, dan norma hukum. Selanjutnya, peserta didik dibagi ke dalam kelompok heterogen yang terdiri atas 4–5 orang untuk mengerjakan LKPD. Setiap kelompok mengklasifikasikan contoh perilaku dan menyusun mini “Pohon Norma”. Setelah selesai, kelompok mempresentasikan hasilnya di depan kelas dan kelompok lain memberikan tanggapan secara santun. Kegiatan diakhiri dengan evaluasi individu, refleksi, dan penyimpulan pembelajaran bersama.
Pelaksanaan kegiatan memberikan manfaat bagi peserta didik dalam memahami pentingnya norma sebagai pedoman perilaku, serta membedakan hak dan kewajiban secara seimbang. Peserta didik juga memperoleh pengalaman bekerja sama, berbagi tugas, menyampaikan pendapat, dan menghargai pendapat teman. Hal tersebut sejalan dengan pengembangan sikap gotong royong, bernalar kritis, kreativitas, serta kemampuan berkomunikasi. Kegiatan diskusi dan musyawarah juga membantu peserta didik memahami bahwa kehidupan bersama membutuhkan aturan, tanggung jawab, dan sikap saling menghormati.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu menerapkan norma, melaksanakan hak dan kewajiban, serta membiasakan musyawarah dalam kehidupan sehari-hari. Tindak lanjut pembelajaran dapat dilakukan melalui pembiasaan menaati aturan di rumah dan sekolah serta membuat komitmen sederhana untuk menjalankan norma secara konsisten.
Copyright © 2026,