You are here
PEMBELAJARAN INTERAKTIF CERITA RAKYAT MELALUI MODEL GAME BASED LEARNING DI KELAS VI SD NEGERI CATURTUNGGAL 6 SLEMAN
Primary tabs

Sleman 1 September 2026 - Kegiatan Praktik Kependidikan (PK) berupa pembelajaran Bahasa Indonesia dengan materi “Cerita Rakyat” dilaksanakan di SD Negeri Caturtunggal 6 Sleman pada kelas VI dengan alokasi waktu 2 x 35 menit. Kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan Deep Learning melalui model Game Based Learning (GBL) yang melibatkan siswa secara aktif, kontekstual, dan menyenangkan. Pembelajaran didukung dengan media kartu bergambar dan LKPD untuk membantu siswa memahami unsur-unsur cerita rakyat. Kegiatan ini berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui penerapan pembelajaran yang aktif, bermakna, dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar.
Kegiatan pembelajaran bertujuan agar siswa mampu menganalisis tokoh, penokohan, urutan peristiwa, konflik, dan amanat dalam cerita rakyat. Proses pembelajaran diawali dengan salam, doa, pengecekan kesiapan, kegiatan apersepsi, dan pertanyaan pemantik mengenai cerita rakyat. Pada kegiatan inti, siswa dibagi ke dalam kelompok dan mengikuti permainan mencari kartu bergambar cerita rakyat yang telah disiapkan. Setelah menemukan kartu, siswa bekerja sama mencocokkan kartu dengan cerita yang sesuai, kemudian mengerjakan LKPD untuk mengidentifikasi judul, tokoh, urutan peristiwa, konflik, dan amanat. Setiap kelompok kemudian mempresentasikan hasil diskusi dan mendapatkan tanggapan dari kelompok lain. Guru berperan sebagai pembimbing dengan memberikan arahan, pertanyaan penuntun, dan penguatan terhadap materi.
Pelaksanaan pembelajaran memberikan ruang kepada siswa untuk belajar melalui kegiatan mencari, mengamati, berdiskusi, bekerja sama, menganalisis, dan mempresentasikan hasil. Kegiatan tersebut mendukung pengembangan kemampuan bernalar kritis, kreativitas, komunikasi, tanggung jawab, percaya diri, dan kerja sama. Melalui materi cerita rakyat, siswa juga diajak mengenal berbagai cerita dari daerah di Indonesia serta memahami nilai dan amanat yang terkandung di dalamnya. Dari sisi kontribusi terhadap SDG 4, kegiatan ini mendukung terselenggaranya pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Pengenalan cerita rakyat juga memberikan pengalaman belajar yang membantu siswa memahami dan menghargai keberagaman budaya daerah di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa semakin mampu memahami unsur-unsur cerita rakyat sekaligus memiliki apresiasi terhadap keberagaman budaya Indonesia. Penggunaan model Game Based Learning dengan kartu bergambar dan LKPD dapat menjadi alternatif pendukung pembelajaran Bahasa Indonesia yang menarik dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Kegiatan selanjutnya diharapkan dapat terus mengembangkan pembelajaran yang aktif, bermakna, dan berorientasi pada siswa sehingga memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan sekaligus membantu mengenalkan nilai-nilai budaya melalui cerita rakyat.
Copyright © 2026,