You are here
Menelusuri Aliran Energi dalam Ekosistem: Pembelajaran Mendalam IPAS Materi Piramida Makanan di Kelas V SD Negeri Bumijo
Primary tabs

Yogyakarta — Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta, Nada Shafa’ Muthmainnah melaksanakan kegiatan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas V SD Negeri Bumijo dengan materi piramida makanan dalam ekosistem. Kegiatan pembelajaran ini mengangkat topik “B. Memakan dan Dimakan” pada Bab Harmoni dalam Ekosistem dengan alokasi waktu 3 JP atau 3 × 35 menit. Pembelajaran dirancang menggunakan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) melalui model Discovery Learning untuk membantu murid memahami hubungan makan dan dimakan serta aliran energi dalam ekosistem.
Materi piramida makanan dipilih sebagai kelanjutan dari pemahaman murid mengenai rantai makanan dan jaring-jaring makanan. Sebelum pembelajaran, murid telah memperoleh pengalaman belajar mengenai hubungan makan dan dimakan antarmakhluk hidup serta mampu menyusun beberapa rantai makanan menjadi jaring-jaring makanan. Pemahaman awal tersebut menjadi dasar bagi murid untuk mengenali tingkatan trofik dalam piramida makanan, mulai dari produsen, konsumen tingkat I, konsumen tingkat II, hingga konsumen tingkat III.
Pembelajaran diawali dengan kegiatan apersepsi yang dekat dengan pengalaman sehari-hari murid. Guru mengajak murid membicarakan kebutuhan makanan dan energi melalui pertanyaan sederhana, seperti pengalaman sarapan sebelum berangkat sekolah dan perasaan ketika belum makan. Pertanyaan kemudian diarahkan pada hewan dan hubungan makan dan dimakan, misalnya belalang yang dimakan katak dan katak yang dimakan ular. Dari situ, murid diajak berpikir mengenai asal energi yang dimiliki makhluk hidup dalam suatu ekosistem. Kegiatan tersebut digunakan untuk menghubungkan pengetahuan sebelumnya tentang rantai makanan dan jaring-jaring makanan dengan konsep piramida makanan.
Memasuki kegiatan inti, guru menampilkan gambar jaring-jaring makanan melalui layar dan mengajak murid mengamatinya. Murid diberikan pertanyaan pemantik untuk menemukan makhluk hidup yang menjadi sumber makanan bagi organisme lain serta mengidentifikasi hewan yang memperoleh makanan secara langsung dari tumbuhan. Murid kemudian menyampaikan pendapat berdasarkan hasil pengamatan. Guru menggunakan jawaban murid sebagai jembatan untuk memperkenalkan konsep piramida makanan dan menjelaskan tingkatan trofik secara sederhana.
Selanjutnya, murid dibagi menjadi empat kelompok dan diberikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Setiap kelompok diarahkan untuk mengamati gambar jaring-jaring makanan yang terdapat pada LKPD, kemudian menentukan rantai makanan dan menyusunnya ke dalam piramida makanan. Dalam kegiatan tersebut, murid berdiskusi untuk menentukan posisi setiap organisme berdasarkan hubungan makan dan dimakan. Guru berkeliling untuk memberikan bimbingan kepada kelompok yang mengalami kesulitan sekaligus memastikan murid memahami hubungan antara organisme dan tingkat trofiknya.
Kegiatan kelompok tidak berhenti pada penyusunan LKPD. Salah satu kelompok diminta mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas, sementara kelompok lain menyimak dan memberikan perhatian terhadap hasil yang disampaikan. Murid juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat mengenai hasil diskusi menggunakan bahasa mereka sendiri. Melalui kegiatan ini, pembelajaran tidak hanya diarahkan pada pemahaman konsep, tetapi juga memberikan ruang bagi murid untuk berkolaborasi, berkomunikasi, menyampaikan gagasan, dan menghargai pendapat teman.
Konsep aliran energi menjadi bagian penting dalam pembelajaran piramida makanan. Murid diarahkan untuk memahami bahwa tingkatan dalam piramida makanan berkaitan dengan perpindahan energi antarmakhluk hidup. Produsen berada pada tingkat paling bawah, sedangkan konsumen berada pada tingkat yang lebih tinggi. Semakin tinggi tingkat piramida, jumlah makhluk hidup cenderung semakin sedikit karena berkaitan dengan energi yang tersedia pada setiap tingkatan trofik. Dengan demikian, piramida makanan tidak hanya dipahami sebagai susunan organisme, tetapi juga sebagai gambaran hubungan dan perpindahan energi dalam ekosistem.
Pembelajaran juga memanfaatkan lingkungan dan media digital sebagai bagian dari pengalaman belajar. Lingkungan sekitar sekolah dapat digunakan sebagai sumber belajar untuk mengamati berbagai makhluk hidup dan mengaitkannya dengan peran dalam piramida makanan. Sementara itu, media digital seperti PowerPoint, gambar, video, serta bahan ajar dan LKPD yang dibuat menggunakan Canva digunakan untuk mendukung penyampaian materi. Penggunaan berbagai sumber belajar tersebut dirancang agar pembelajaran berlangsung secara aktif, menyenangkan, dan komunikatif.
Pada akhir pembelajaran, murid bersama guru melakukan tanya jawab mengenai materi yang telah dipelajari dan bagian yang masih belum dipahami. Murid kemudian mengerjakan soal evaluasi secara mandiri dan bersama guru menyimpulkan pembelajaran. Refleksi dilakukan melalui pertanyaan sederhana mengenai pengalaman murid selama mengikuti pembelajaran. Kegiatan ditutup dengan pemberian apresiasi kepada murid atas partisipasi, keberanian menyampaikan pendapat, dan kesediaan berbagi pengalaman selama proses pembelajaran.
Penerapan Pembelajaran Mendalam pada materi piramida makanan memberikan ruang bagi murid untuk membangun pemahaman melalui pengalaman belajar yang bertahap. Pengetahuan awal mengenai rantai makanan dan jaring-jaring makanan digunakan sebagai pijakan untuk menemukan konsep tingkat trofik, menyusun piramida makanan, serta memahami keterkaitannya dengan aliran energi. Proses pembelajaran juga melibatkan kegiatan mengamati, berdiskusi, menyusun, mempresentasikan, dan merefleksikan hasil belajar.
Melalui kegiatan tersebut, pembelajaran IPAS di kelas V SD Negeri Bumijo diharapkan tidak berhenti pada kemampuan murid dalam menghafal urutan produsen dan konsumen. Murid diarahkan untuk memahami hubungan antarmakhluk hidup dalam ekosistem serta menyadari bahwa setiap organisme memiliki peran dalam keberlangsungan ekosistem. Pengalaman belajar melalui pengamatan, diskusi, LKPD, dan presentasi menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran IPAS yang aktif, kontekstual, dan bermakna bagi murid.
Copyright © 2026,