You are here
MISI SERU DETEKTIF LINGKUNGAN: CARA MAHASISWA UNY AJAK MURID SDN PANDEYAN PECAHKAN KASUS LINGKUNGAN
Primary tabs

Ada yang berbeda di kelas IV SD Negeri Pandeyan pada hari Jumat, tanggal 11 September 2026. Bukan sekadar belajar di dalam kelas, para siswa justru diajak menjalankan sebuah “misi rahasia” untuk memecahkan berbagai persoalan lingkungan. Misi tersebut dihadirkan oleh Miftahurrohmah, mahasiswa Program Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila yang dikemas dalam permainan “Detektif Lingkungan”.
Kegiatan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dengan materi Topik D. Menjelajahi Lingkungan Tempat Tinggalku, Subtopik Lingkungan Alam dan Lingkungan Buatan. Sebagai media utama, siswa diajak mengamati diorama lingkungan alam dan lingkungan buatan yang menampilkan berbagai tempat yang dekat dengan kehidupan mereka. Dari sana, siswa mulai mencari tahu: Lingkungan apa yang mereka temukan? Masalah apa yang mungkin terjadi? Bagaimana cara menjaganya?
Suasana kelas semakin seru ketika siswa dibagi menjadi beberapa kelompok investigasi. Setiap anggota mendapatkan peran, mulai dari detektif (menemukan masalah), pengamat (menganalisis penyebab), pencatat (mengisi LKPD), pemikir (merumuskan solusi), dan presenter (menyampaikan hasil). Mereka kemudian mengambil kasus lingkungan yang berbeda dan sudah diacak sebelumnya, seperti sampah yang menumpuk, sungai tercemar, hutan gundul, dan kebakaran hutan. Layaknya seorang detektif, siswa mengamati kasus, berdiskusi mencari penyebab dan dampaknya, kemudian menyusun solusi yang dapat dilakukan.
Tidak berhenti pada diskusi, setiap kelompok menuangkan hasil temuannya dalam bentuk mind mapping sesuai kreativitas masing-masing dan kemudian mempresentasikannya di depan kelas. Aktivitas ini membuat siswa belajar melalui pengalaman langsung. Mereka tidak hanya menghafal contoh lingkungan alam dan buatan, tetapi juga belajar memahami hubungan antara manusia dan lingkungan di sekitarnya.
Menariknya, misi terakhir bukan mencari siapa yang menjadi “tersangka”, melainkan menemukan aksi nyata yang dapat dilakukan untuk menjaga lingkungan. Pada akhir pembelajaran, setiap siswa menyebutkan “Janji Aksi Peduli Lingkungan”. Janji sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan, merawat tanaman, dan menjaga fasilitas umum menjadi langkah kecil yang dapat dilakukan mulai dari sekarang.
Kegiatan “Detektif Lingkungan” turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pengalaman belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna. Pembelajaran juga melatih kemampuan berpikir kritis, bekerja sama, berkomunikasi, memecahkan masalah, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Copyright © 2026,