SERU MENCARI PASANGAN: Media KIAKO dengan Model Make a Match Kenalkan Interaksi Antarkomponen Ekosistem pada Kelas VB SD Negeri 1 Kadipiro

Bantul, 18 September 2026 - Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Yuyun Ariska, melaksanakan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada murid kelas VB di SD Negeri 1 Kadipiro dengan materi “Interaksi Antarkomponen dalam Ekosistem”. Kegiatan dilaksanakan pada 18 September 2026 dengan alokasi waktu 3 × 35 menit. Pembelajaran menggunakan model Cooperative Learning tipe Make a Match dengan menonjolkan penggunaan KIAKO (Kartu Interaksi Antarkomponen Ekosistem). Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran yang aktif, menyenangkan, kolaboratif, dan bermakna.
Kegiatan diawali dengan salam, doa bersama, pengecekan kehadiran, apersepsi, dan pertanyaan pemantik mengenai hubungan antarmakhluk hidup, seperti kupu-kupu dengan bunga, persaingan dua hewan dalam mendapatkan makanan, serta hubungan nyamuk dengan manusia. Murid kemudian mengikuti ice breaking “Tepuk Fokus” sebelum menyimak tujuan pembelajaran. Selanjutnya, materi disajikan melalui PowerPoint yang membahas predasi, kompetisi, serta simbiosis yang meliputi mutualisme, komensalisme, dan parasitisme. Murid juga diberikan contoh-contoh interaksi beserta dampaknya dalam ekosistem.
Pada kegiatan inti, murid dibagi menjadi 7 kelompok heterogen yang terdiri atas 3–4 orang menggunakan Team Picker Wheel. Setiap kelompok menerima satu paket media KIAKO dan menyimak aturan penggunaan media serta sistem perolehan skor. Kartu KIAKO terdiri atas kartu bergambar pasangan makhluk hidup yang menunjukkan hubungan tertentu. Setiap kelompok meletakkan kartu dalam keadaan tertutup dan mengacak posisinya. Setiap murid dalam kelompok membuka dua kartu untuk mencari pasangan yang sesuai. Jika pasangan kartu tepat, kartu disimpan sebagai poin kelompok. Jika belum sesuai, kartu ditutup kembali pada posisi semula. Kegiatan dilanjutkan hingga seluruh pasangan kartu ditemukan dalam waktu yang telah ditentukan.
Setelah kegiatan memasangkan kartu selesai, murid mencatat pasangan makhluk hidup, jenis interaksi, dan alasannya pada LKS (Lembar Kerja Siswa). Hasil pencocokan kemudian diperiksa dan dibahas bersama melalui kegiatan diskusi. Perwakilan kelompok menyampaikan salah satu pasangan kartu yang diperoleh beserta alasan penentuan jenis interaksinya. Murid selanjutnya menyelesaikan soal-soal LKS secara berkelompok, mengerjakan evaluasi secara individu, dan mengikuti kuis interaktif menggunakan Wordwall sebagai penguatan pemahaman. Pada akhir kegiatan, setiap kelompok menghitung perolehan skor berdasarkan jumlah pasangan kartu yang berhasil ditemukan dan ketepatan menentukan jenis interaksi. Kelompok dengan perolehan skor tertinggi memperoleh medali dan sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama dan partisipasi selama pembelajaran.
Penggunaan KIAKO memberikan pengalaman belajar langsung melalui kegiatan mengamati, mencocokkan, berdiskusi, dan menganalisis hubungan antarmakhluk hidup. Aktivitas tersebut mendukung perkembangan bernalar kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta keterampilan menggunakan media pembelajaran. Melalui pembelajaran ini, murid diharapkan mampu memahami berbagai bentuk interaksi antarkomponen ekosistem dan menyadari bahwa setiap makhluk hidup saling berhubungan dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Kegiatan ditutup dengan penyimpulan materi, refleksi pembelajaran, serta informasi mengenai topik pembelajaran berikutnya.