You are here
Praktik Kependidikan Mahasiswa PGSD Terapkan Pembelajaran Mendalam Matematika Materi Pecahan di SD Negeri Caturtunggal 7, Dukung SDG 4
Primary tabs

Yogyakarta — Sebagai bagian dari pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK), mahasiswa Program Studi PGSD, Anam Suhastomo, melaksanakan kegiatan pembelajaran matematika bertema "Pecahan dengan Pembilang Satu" di kelas IV SD Negeri Caturtunggal 7 pada semester ganjil tahun pelajaran 2025/2026. Kegiatan berdurasi 2 x 35 menit ini menyasar peserta didik kelas IV Fase B, dengan penekanan pada pemahaman konsep pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui benda konkret dan representasi visual. Kegiatan ini berkontribusi langsung terhadap pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), khususnya target peningkatan mutu pembelajaran dasar yang inklusif dan berpusat pada peserta didik.
Kegiatan pembelajaran dirancang menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning), yang meliputi tahap orientasi masalah, pengorganisasian peserta didik, penyelidikan kelompok, penyajian hasil karya, hingga refleksi. Guru mengangkat permasalahan kontekstual sehari-hari, seperti membandingkan potongan donat dan kue, agar peserta didik memahami pecahan secara bermakna, bukan sekadar simbol angka. Proses pembelajaran didukung media flashcard pecahan, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), video pembelajaran YouTube, media digital berbasis Canva, serta kuis interaktif Wordwall. Peserta didik dibagi ke dalam kelompok kecil untuk berdiskusi, membandingkan, dan mengurutkan pecahan secara kolaboratif, sekaligus melatih penalaran kritis, komunikasi, dan kepercayaan diri dalam menyampaikan pendapat.
Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta didik terhadap konsep pembilang dan penyebut, serta kemampuan membandingkan dan mengurutkan pecahan berdasarkan gambar maupun benda konkret. Asesmen dilakukan secara menyeluruh, mulai dari asesmen diagnostik non-kognitif di awal pembelajaran, asesmen proses (as learning dan for learning) melalui observasi dan lembar refleksi diri, hingga asesmen sumatif berupa penilaian LKPD, presentasi kelompok, dan tes evaluasi individu. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan capaian akademik peserta didik dalam literasi numerasi, tetapi juga menumbuhkan sikap kolaborasi, keberanian berpendapat, dan kepercayaan diri — modal penting bagi pemerataan kualitas pendidikan dasar sesuai semangat SDG 4.
Melalui kegiatan PK ini, mahasiswa berharap praktik pembelajaran berbasis masalah dan media konkret dapat terus dikembangkan oleh guru sebagai strategi permanen dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar, khususnya pada materi-materi abstrak seperti pecahan. Ke depan, kolaborasi antara mahasiswa PK, guru pamong, dan sekolah diharapkan dapat diperluas ke materi dan kelas lain, guna mendukung tercapainya pendidikan dasar yang berkualitas, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Copyright © 2026,