You are here
Belajar Menjadi Wartawan Cilik, Siswa SD Negeri Blunyahrejo Latih Keterampilan Wawancara
Primary tabs

Yogyakarta, 3 September 2026, Kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan topik “Menjadi Wartawan Cilik” dilaksanakan di SD Negeri Blunyahrejo sebagai bagian dari pembelajaran bagi siswa sekolah dasar. Kegiatan ini disusun dan dilaksanakan oleh Qonita Aulia Ahsanti dengan sasaran siswa sekolah dasar. Pembelajaran menggunakan pendekatan Deep Learning yang meliputi Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning, serta model Project Based Learning (PjBL) dan Teams Games Tournament (TGT). Kegiatan ini juga relevan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) karena mendorong terciptanya pembelajaran yang aktif, bermakna, komunikatif, dan mengembangkan keterampilan siswa. Modul pembelajaran tersebut dirancang untuk Fase C dengan alokasi waktu 2 JP.
Dalam pelaksanaannya, siswa diajak mengenal wawancara sebagai kegiatan tanya jawab untuk menggali informasi. Guru mengawali pembelajaran dengan apersepsi mengenai tokoh-tokoh inspiratif dan video atau kisah inspiratif. Selanjutnya, siswa menyimak teks wawancara “Ucok dan Wartawan Cilik”, mengidentifikasi unsur-unsur wawancara, serta mencatat informasi penting pada LKPD. Siswa kemudian dibagi menjadi kelompok heterogen yang terdiri atas 4–5 orang. Melalui permainan TGT “Estafet Pengetahuan”, siswa menjawab pertanyaan mengenai teks dan unsur wawancara. Setelah itu, setiap kelompok melakukan simulasi wawancara dengan pembagian peran sebagai wartawan dan narasumber menggunakan kartu tokoh inspiratif. Siswa juga berlatih menyusun pertanyaan dengan memperhatikan unsur 5W+1H, penggunaan kata sapaan yang santun, serta kalimat langsung dan tidak langsung.
Kegiatan tersebut memberikan manfaat dalam mengembangkan kemampuan siswa dalam menyimak, membaca, berbicara, mempresentasikan gagasan, dan menulis. Siswa juga dilatih untuk bekerja sama, berkomunikasi dengan santun, berpikir kritis, serta berani menyampaikan hasil diskusi di depan kelas. Pada tahap akhir, perwakilan kelompok mempresentasikan pertanyaan wawancara dan pesan inspiratif dari tokoh yang dipelajari, kemudian siswa melakukan refleksi mengenai hal baru yang diperoleh dan sikap teladan yang ingin dicontoh.
Melalui kegiatan “Menjadi Wartawan Cilik”, diharapkan siswa semakin percaya diri dalam berkomunikasi dan mampu mengembangkan minat serta bakatnya. Kegiatan ini juga dapat menjadi langkah awal bagi siswa untuk mengenal kegiatan wawancara secara nyata. Sebagai tindak lanjut, siswa ditugaskan mencari tokoh inspiratif di lingkungan sekitar untuk diwawancarai pada pertemuan berikutnya. Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti di dalam kelas, tetapi dapat dilanjutkan melalui pengalaman belajar yang lebih kontekstual.
Copyright © 2026,