You are here
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN IPAS MATERI GAYA MELALUI EKSPERIMEN BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING DAN DEEP LEARNING DI KELAS IV B SDN JETISHARJO
Primary tabs

Oleh: Ilma Moudi Nurtyas (mahasiswa PK) – SDN Jetisharjo, kelas IV B
Yogyakarta, 10 September 2026 — Mahasiswa praktik kependidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Ilma Moudi Nurtyas, melaksanakan kegiatan pembelajaran IPAS materi “Gaya” di SDN Jetisharjo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 28 peserta didik kelas IV B. Pembelajaran dilaksanakan dengan model Problem Based Learning (PBL) dan pendekatan Deep Learning yang mendorong peserta didik untuk memahami materi melalui pengalaman langsung. Kegiatan ini juga mendukung SDGs, khususnya SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Pembelajaran diawali dengan apersepsi dan pertanyaan pemantik mengenai pengalaman peserta didik dalam mendorong atau menarik benda. Pada kegiatan inti, peserta didik dibagi menjadi lima kelompok dan memperoleh LKPD “Detektif Gaya”. Setiap kelompok melakukan praktik sederhana untuk menyelidiki satu jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari, yaitu gaya otot, gesek, pegas, magnet, dan gravitasi. Peserta didik mengamati perubahan yang terjadi pada benda, mencatat hasil pengamatan, serta mendiskusikan bukti yang ditemukan. Setelah praktik, setiap kelompok mempresentasikan hasil penyelidikannya di depan kelas, kemudian bersama-sama melakukan evaluasi dan menyimpulkan pengaruh gaya terhadap benda.
Kegiatan pembelajaran memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar secara aktif melalui pengamatan, praktik, diskusi, dan presentasi. Peserta didik dapat menghubungkan konsep gaya dengan berbagai peristiwa yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari, seperti mendorong benda, gesekan, tarikan magnet, dan benda yang jatuh akibat gravitasi. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman konsep sekaligus melatih kerja sama, komunikasi, kemampuan berpikir kritis, dan kemandirian peserta didik.
Melalui kegiatan praktik pembelajaran ini, diharapkan peserta didik semakin mampu memahami konsep gaya berdasarkan pengalaman nyata dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pembelajaran serupa juga diharapkan dapat terus dikembangkan agar proses belajar menjadi lebih aktif, bermakna, dan menyenangkan.
Copyright © 2026,