Kertas Bekas Jadi Peta! Inovasi Pembelajaran IPAS Berbasis STEM dan PjBL

Siti Fauziyah – NIM 20108241012

Pembelajaran IPAS di sekolah dasar perlu menghubungkan konsep dengan pengalaman nyata. Hal tersebut diterapkan dalam kegiatan PLK UNY Mengajar oleh Siti Fauziyah melalui pembelajaran IPAS kelas III SDIT MTA Surakarta pada Bab 3 “Di Sini Tempat Tinggalku”, Subbab A “Mengenal Komponen Peta”.

Pembelajaran menggunakan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang dipadukan dengan Project Based Learning (PjBL) melalui proyek pembuatan peta sederhana dari kertas bekas. PjBL menjadi kerangka pembelajaran berbasis produk, sedangkan STEM mengintegrasikan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika dalam proses penyelesaian proyek.

Kegiatan diawali dengan mengamati peta dan mengidentifikasi komponennya, seperti judul, simbol, legenda, dan arah mata angin. Peserta didik kemudian bekerja dalam kelompok untuk merancang peta, membagi tugas, menentukan bahan, dan menetapkan komponen yang akan dicantumkan.

Pada tahap pembuatan, kertas bekas dihancurkan dan dicampur dengan air serta lem hingga menjadi bubur, kemudian diberi pewarna makanan dan dibentuk menjadi peta sederhana. Unsur Science tampak melalui pengamatan perubahan tekstur bahan, Technology melalui penggunaan alat dan teknik sederhana, Engineering melalui proses merancang dan memperbaiki produk, serta Mathematics melalui pengukuran, posisi, bentuk, dan proporsi wilayah.

Setelah selesai, peserta didik melengkapi peta dengan komponen yang telah dipelajari, mempresentasikan hasilnya, dan melakukan refleksi bersama. Proses ini membuat materi peta yang bersifat konseptual menjadi pengalaman belajar yang konkret dan kontekstual.

Kolaborasi STEM dan PjBL mendorong peserta didik untuk mengamati, bertanya, merancang, mencoba, membuat, memperbaiki, bekerja sama, dan mengomunikasikan hasil. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman dalam merancang pembelajaran yang aktif dan berpusat pada peserta didik.

“Kertas Bekas Jadi Peta!” bukan sekadar kegiatan membuat karya, tetapi inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan konsep IPAS, keterampilan, kreativitas, dan proyek nyata. Pemanfaatan kertas bekas juga menunjukkan bahwa bahan sederhana di lingkungan sekitar dapat diolah menjadi media pembelajaran yang bermakna sekaligus mendukung pembelajaran yang aktif, kreatif, kolaboratif, dan kontekstual.