Pembelajaran Menjaga Kesehatan Mata dengan Aturan 20-20-20 melalui Model Problem Based Learning di SD Negeri Depok 2

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan kegiatan praktik mengajar di kelas II SD Negeri Depok 2 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan tema menjaga kesehatan mata. Pembelajaran berfokus pada kegiatan menyimak dan membaca teks tentang kesehatan mata, menemukan informasi penting dalam bacaan, serta memahami aturan 20-20-20. Kegiatan pembelajaran dirancang dengan mengaitkan materi dengan pengalaman sehari-hari murid, seperti penggunaan gawai, membaca buku, menonton televisi, dan aktivitas lain yang melibatkan indera penglihatan.

Pembelajaran menggunakan pendekatan Deep Learning dengan model Problem Based Learning (PBL). Kegiatan diawali dengan apersepsi melalui pertanyaan mengenai pengalaman murid dalam menggunakan gawai dan kondisi mata setelah melihat layar. Selanjutnya, guru menyajikan permasalahan melalui gambar anak yang sedang melihat layar gawai dan mengajak murid mengidentifikasi kebiasaan yang dapat menyebabkan mata lelah. Guru kemudian memperkenalkan aturan 20-20-20, yaitu melihat layar selama 20 menit, melihat benda yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter, kemudian mengistirahatkan mata selama 20 detik.

Murid kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri atas 4–5 orang. Setiap kelompok menentukan pembagian tugas, seperti ketua, pembaca, penulis, penyampai, dan anggota. Guru menayangkan materi mengenai kesehatan mata melalui PPT, kemudian membagikan LKPD kepada setiap kelompok. Murid membaca teks “Mata Lia Perlu Kacamata” dan teks mengenai aturan 20-20-20 secara bergantian, kemudian berdiskusi untuk menemukan informasi penting dan menjawab pertanyaan berdasarkan bacaan. Selama proses diskusi, guru berperan sebagai fasilitator dengan memberikan bimbingan kepada kelompok yang mengalami kesulitan.

Setelah menyelesaikan LKPD, setiap kelompok memeriksa kembali hasil pekerjaannya dan mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Kelompok lain menyimak dan diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan. Guru memberikan apresiasi terhadap keberanian murid dalam menyampaikan hasil diskusinya. Selanjutnya, guru dan murid bersama-sama membahas jawaban LKPD serta mengingat kembali makna dari setiap angka pada aturan 20-20-20. Kegiatan diakhiri dengan penguatan bahwa menjaga kesehatan mata dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana, salah satunya dengan menerapkan aturan 20-20-20 dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan pembelajaran memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi murid karena materi dikaitkan dengan aktivitas yang dekat dengan kehidupan mereka. Melalui kegiatan membaca dan menyimak, murid belajar menemukan informasi penting dan memahami isi bacaan. Sementara itu, kegiatan diskusi dan presentasi memberikan kesempatan kepada murid untuk mengembangkan penalaran kritis, komunikasi, kolaborasi, serta tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas kelompok. Hal tersebut sejalan dengan tujuan pembelajaran, yaitu murid mampu menemukan informasi penting mengenai aturan 20-20-20 serta menyampaikan kembali informasi tersebut secara lisan maupun tulisan dengan tepat.

Melalui kegiatan praktik mengajar ini, diharapkan pembelajaran Bahasa Indonesia dapat terus dikembangkan melalui permasalahan dan pengalaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari murid. Penggunaan gambar, teks bacaan, PPT, LKPD, kegiatan diskusi, dan presentasi dapat menjadi sarana untuk menciptakan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Selain meningkatkan kemampuan literasi murid dalam memahami informasi dari teks, pembelajaran juga mengajak murid membangun kebiasaan positif dalam menjaga kesehatan mata dan menggunakan gawai secara bijak.Kegiatan pembelajaran ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui pelaksanaan pembelajaran yang aktif, bermakna, dan berpusat pada murid.