You are here
Eksplorasi Siklus Air Kelas V SD Pedagogia: Mahasiswa PK UNY Ajak Praktikum Hujan Sederhana dan Evaluasi Wayground
Primary tabs

Pada Kamis, 03 September 2026, telah dilaksanakan kegiatan pembelajaran inovatif mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di SD Pedagogia Labschool FIP UNY. Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Nuha Faizah Sa’aadah Anwar, dengan sasaran murid kelas V-B sebanyak 22 orang. Pembelajaran mengangkat materi siklus air yang dikemas melalui Discovery Learning berupa eksperimen sederhana dan digitalisasi asesmen. Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan komitmen global dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui menghadirkan pembelajaran yang interaktif dan berpusat pada murid, serta SDG 6 (Clean Water and Sanitation) dengan mengenalkan konsep keberlanjutan sumber daya air sejak dini.
Tujuan kegiatan ini adalah agar murid dapat menemukan sendiri konsep siklus air melalui kegiatan mengamati, menganalisis, dan menarik kesimpulan. Proses pelaksanaan dimulai dengan pembagian kelompok dan penyiapan alat berupa air panas, gelas plastik, plastik transparan, karet, dan es batu. Murid melakukan percobaan hujan buatan, diawali dengan mengamati uap air yang menempel pada plastik, hingga akhirnya munculnya titik-titik air yang akhirnya jatuh menyerupai hujan. Setelah percobaan, murid berdiskusi untuk menghubungkan peristiwa tersebut pada tahapan siklus air berupa evaporasi, kondensasi, dan presipitasi. Mahasiswa PK selaku guru membimbing jalannya diskusi. Selanjutnya, seluruh kelompok mempresentasikan hasil pengamatan di depan kelas. Sebagai evaluasi, murid mengerjakan kuis interaktif melalui Wayground dengan Paper Mode untuk mengatahui sejauh mana pemahaman mereka terkait tahapan siklus air.
Pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa murid terlibat aktif dalam proses pembelajaran, terutama ketika melakukan percobaan dan mengamati terbentuknya titik-titik air yang menyerupai proses terjadinya hujan. Kegiatan eksperimen memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret sehingga murid dapat menghubungkan konsep siklus air dengan fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan Wayground dengan Paper Mode juga memberikan variasi dalam pelaksanaan evaluasi serta memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran berkualitas. Kegiatan ini berkontribusi terhadap SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui inovasi proses pembelajaran yang mendukung proses berpikir kritis dan penggunaan platform digital dalam pembelajaran. Selain itu, pemahaman mengenai siklus air turut mendukung SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) dengan menumbuhkan pemahaman awal siswa mengenai pentingnya air dan keberlangsungan siklus air bagi kehidupan.
Melalui kegiatan ini, murid diharapkan tidak hanya memahami konsep siklus air secara teoritis, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan fenomena yang mereka temui di lingkungan sekitar. Kegiatan pembelajaran berbasis eksperimen dan pemanfaatan teknologi diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai alternatif pembelajaran IPAS yang aktif, kontekstual, dan menarik. Selain itu, penggunaan media digital dalam pembelajaran diharapkan dapat terus dioptimalkan untuk mendukung terciptanya pembelajaran yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan murid.
Copyright © 2026,