Integrasi Articulate Storyline dan Mini Diorama sebagai Upaya Mengatasi Miskonsepsi Rantai Makanan pada Murid Kelas V di SD Negeri Maguwoharjo 1

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Gisca Dayalana Fatima dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), telah melaksanakan kegiatan pembelajaran IPAS pada materi rantai makanan bagi murid kelas V di SD Negeri Maguwoharjo 1. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 8 September 2026 yang bertempat di SD Negeri Maguwoharjo 1. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa PK sebagai pelaksana, guru kelas sebagai pendamping, dan murid kelas V sebagai sasaran kegiatan. Kegiatan pembelajaran ini mengintegrasikan media interaktif Articulate Storyline yang ditayangkan melalui PID dengan kegiatan pembuatan mini diorama rantai makanan secara berkelompok. Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penerapan pembelajaran yang aktif, interaktif, dan memberikan pengalaman belajar bermakna bagi murid.

Kegiatan pembelajaran ini bertujuan untuk membantu murid memahami konsep rantai makanan sekaligus mengurangi miskonsepsi mengenai hubungan makan dan dimakan dalam ekosistem. Pembelajaran diawali dengan penyampaian materi menggunakan Articulate Storyline yang ditayangkan melalui PID. Materi yang ditayangkan mencakup pengertian rantai makanan, produsen, konsumen, hingga urutan rantai makanan. Setelah memperoleh pemahaman awal, murid dibagi menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok mendapatkan tugas membuat mini diorama rantai makanan berdasarkan ekosistem yang berbeda, seperti ekosistem sawah, hutan, laut, dan kebun. Murid menyusun komponen organisme sesuai dengan rantai makanan yang telah ditentukan, kemudian menjelaskan hasil mini diorama di depan kelas. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa membimbing proses pembelajaran, sedangkan guru turut memberikan pendampingan dan arahan kepada murid.

Pelaksanaan kegiatan pembelajaran menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif murid dalam mengikuti pembelajaran. Penggunaan Articulate Storyline dapat memberikan pengalaman belajar yang interaktif, sedangkan pembuatan mini diorama membantu murid menghubungkan konsep yang dipelajari dengan bentuk yang lebih konkret. Melalui kegiatan tersebut, murid memperoleh kesempatan untuk mengidentifikasi produsen dan konsumen serta memahami hubungan antarmakhluk hidup dalam rantai makanan. Kegiatan kelompok juga mendorong kemampuan komunikasi, kerja sama, tanggung jawab, dan kreativitas murid. Pembelajaran tersebut berkontribusi terhadap SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan memberikan pengalaman belajar yang aktif, kontekstual, dan berpusat pada murid serta mendukung perkembangan pengetahuan, keterampilan, dan karakter.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pembelajaran IPAS di kelas V dapat terus dikembangkan dengan memadukan media digital dan aktivitas konkret yang melibatkan murid secara langsung. Integrasi Articulate Storyline dan mini diorama dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran untuk membantu murid memahami materi yang bersifat konseptual dengan cara yang lebih menarik dan bermakna. Kegiatan serupa diharapkan dapat diterapkan pada materi IPAS lainnya dengan menyesuaikan kebutuhan dan karakteristik murid sehingga pembelajaran menjadi semakin aktif, interaktif, dan menyenangkan.