You are here
Implementasi Media Penunjuk Lambang Perbandingan untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Perbandingan pada Murid Kelas III B SDN Gedongtengen dalam Mendukung SDGs 4 – Pendidikan Berkualitas
Primary tabs

Oleh: Rafki Setya Zulfani
Yogyakarta, 5 Agustus 2026 - Sebagai bagian dari rangkaian Praktik Mengajar 100%, kegiatan pembelajaran Matematika dilaksanakan di SDN Gedongtengen, Kota Yogyakarta dengan melibatkan murid kelas III B dalam kegiatan “Implementasi Media Penunjuk Lambang Perbandingan untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Perbandingan pada Murid Kelas III B SDN Gedongtengen dalam Mendukung SDGs 4 – Pendidikan Berkualitas.” Kegiatan ini dilaksanakan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih konkret, aktif, dan menyenangkan melalui penggunaan media pembelajaran sederhana berupa penunjuk lambang perbandingan. Media tersebut digunakan untuk membantu murid memahami penggunaan lambang perbandingan, yaitu lebih dari (>), kurang dari (<), dan sama dengan (=), yang sering kali masih membingungkan bagi murid pada tahap awal pembelajaran.
Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) yang mengarahkan murid untuk belajar melalui pemecahan masalah. Melalui model ini, murid diberikan permasalahan sederhana yang berkaitan dengan perbandingan dua bilangan. Murid kemudian diarahkan untuk mengamati permasalahan, membandingkan bilangan, menggunakan media penunjuk lambang perbandingan, dan menentukan lambang yang tepat. Penerapan PBL memberikan kesempatan kepada murid untuk terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran sehingga mereka tidak hanya menerima penjelasan dari guru, tetapi juga belajar menemukan dan memahami konsep melalui permasalahan yang diberikan.
Melalui penggunaan media penunjuk lambang perbandingan dan model Problem Based Learning, murid tidak hanya mempelajari konsep perbandingan secara teoritis, tetapi juga diajak untuk mengamati, membandingkan, mencoba, dan menentukan lambang yang tepat berdasarkan jumlah atau nilai yang diberikan. Kegiatan pembelajaran dirancang secara interaktif agar murid dapat terlibat langsung dalam proses belajar dan memperoleh pengalaman yang lebih bermakna. Penggunaan media konkret diharapkan dapat membantu murid memahami konsep abstrak dalam pembelajaran Matematika dengan cara yang lebih sederhana dan mudah dipahami. Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan keaktifan, ketelitian, serta rasa percaya diri murid dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan perbandingan.
Penerapan model Problem Based Learning dalam kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahapan pembelajaran. Pada tahap awal, murid diorientasikan pada permasalahan melalui pertanyaan atau situasi sederhana yang berkaitan dengan perbandingan dua bilangan. Selanjutnya, murid diorganisasikan untuk belajar dengan memahami permasalahan dan menentukan bilangan yang perlu dibandingkan. Pada tahap penyelidikan, murid menggunakan media penunjuk lambang perbandingan untuk membantu menentukan apakah suatu bilangan lebih besar, lebih kecil, atau sama dengan bilangan lainnya. Setelah memperoleh jawaban, murid diberikan kesempatan untuk menyampaikan hasil dan menjelaskan alasan pemilihan lambang. Guru kemudian bersama murid melakukan evaluasi terhadap jawaban dan proses penyelesaian masalah yang telah dilakukan. Dengan tahapan tersebut, pembelajaran tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses murid dalam memahami dan menyelesaikan permasalahan.
Kegiatan ini mengangkat Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, yang berfokus pada penyediaan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas serta mendukung kesempatan belajar bagi semua. Pemilihan SDGs 4 dalam kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan murid sekolah dasar. Pembelajaran Matematika tidak hanya berorientasi pada kemampuan memperoleh jawaban yang benar, tetapi juga perlu memberikan kesempatan kepada murid untuk memahami konsep melalui pengalaman belajar yang konkret dan menyenangkan. Penerapan Problem Based Learning dengan bantuan media penunjuk lambang perbandingan menjadi salah satu upaya untuk menciptakan pembelajaran yang aktif dan memberikan ruang kepada murid untuk terlibat dalam proses berpikir dan pemecahan masalah.
Peserta kegiatan merupakan murid kelas III B SDN Gedongtengen yang mengikuti pembelajaran dengan melibatkan kegiatan pengamatan, tanya jawab, praktik, pemecahan masalah, dan penggunaan media penunjuk lambang perbandingan. Murid diberikan kesempatan untuk mencoba menggunakan media secara langsung dalam menentukan lambang yang sesuai pada suatu perbandingan. Kegiatan dilaksanakan secara aktif dan interaktif dengan pendampingan selama proses pembelajaran berlangsung. Keterlibatan murid secara langsung dalam penggunaan media dan penyelesaian masalah menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana belajar yang tidak hanya berpusat pada penjelasan guru, tetapi juga memberikan ruang bagi murid untuk mencoba, berpikir, dan menemukan pemahamannya sendiri.
Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini berfokus pada konsep perbandingan dalam pembelajaran Matematika kelas III B, khususnya penggunaan lambang lebih dari (>), kurang dari (<), dan sama dengan (=). Untuk mempermudah pemahaman, murid diperkenalkan dengan media penunjuk lambang perbandingan yang dapat digunakan sebagai alat bantu visual dan konkret dalam menentukan hubungan antara dua bilangan. Melalui praktik dan pemecahan masalah, murid dapat secara langsung menghubungkan jumlah atau nilai yang dibandingkan dengan lambang yang sesuai. “Saya ingin murid tidak hanya menghafal bentuk lambang perbandingan, tetapi juga memahami alasan penggunaan lambang tersebut melalui pengalaman belajar yang konkret dan menyenangkan,” ujar pelaksana kegiatan Praktik Mengajar 100%.
Kegiatan pembelajaran berlangsung secara aktif dengan memberikan kesempatan kepada murid untuk mengamati contoh permasalahan, mencoba menggunakan media, menjawab pertanyaan, berdiskusi, serta menentukan lambang perbandingan secara mandiri maupun bersama-sama. Penggunaan media penunjuk lambang perbandingan dalam model Problem Based Learning memberikan variasi dalam proses pembelajaran sehingga murid tidak hanya menerima materi melalui penjelasan verbal. Dengan adanya media tersebut, konsep yang sebelumnya bersifat abstrak dapat divisualisasikan dalam bentuk yang lebih sederhana sehingga membantu murid dalam memahami hubungan antara dua bilangan sekaligus menyelesaikan permasalahan yang diberikan.
Selain mendukung pemahaman konsep Matematika, kegiatan ini juga memiliki keterkaitan dengan SDGs 4: Pendidikan Berkualitas. Pemanfaatan media pembelajaran yang sederhana, interaktif, dan disesuaikan dengan karakteristik murid serta penerapan model pembelajaran yang melibatkan murid secara aktif menjadi salah satu upaya untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih bermakna. Problem Based Learning memberikan kesempatan kepada murid untuk mengamati masalah, mencari solusi, menyampaikan hasil pemikiran, dan melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya bertujuan membantu murid memahami konsep perbandingan, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aktif, partisipatif, dan berpusat pada murid sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan yang berkualitas.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam mengintegrasikan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs) ke dalam kegiatan pendidikan dan pembelajaran di sekolah. Melalui pelaksanaan Praktik Mengajar 100%, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi sebagai calon pendidik sekaligus menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan murid. Implementasi model Problem Based Learning berbantuan media penunjuk lambang perbandingan diharapkan dapat menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan bagi murid kelas III B SDN Gedongtengen serta membantu mereka membangun pemahaman konsep Matematika secara lebih konkret. Ke depannya, penggunaan model pembelajaran dan media sederhana yang inovatif diharapkan dapat terus dikembangkan dalam berbagai materi pembelajaran sebagai bagian dari upaya menciptakan pendidikan yang berkualitas dan mendukung pencapaian SDGs 4 di lingkungan sekolah.
Copyright © 2026,