You are here
Dari Kata Dasar Menjadi Kata Bermakna: Pembelajaran Bahasa Indonesia Interaktif melalui Model NHT di SD Negeri Nogotirto
Primary tabs

Yogyakarta, 16 September 2026 — Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan praktik pembelajaran Bahasa Indonesia materi imbuhan me- di kelas IV SD Negeri Nogotirto pada Selasa, 15 September 2026. Pembelajaran diikuti oleh 25 murid kelas IV dengan menerapkan model Cooperative Learning tipe Numbered Heads Together (NHT). Pembelajaran ini menjadi salah satu bentuk penerapan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran yang aktif, bermakna, dan mendorong kolaborasi serta komunikasi murid. Model NHT dipilih untuk memberikan kesempatan kepada setiap murid terlibat dalam proses pembelajaran dan memahami materi bersama kelompok.
Pembelajaran diawali dengan pertanyaan pemantik yang menghubungkan materi dengan kegiatan sehari-hari, seperti membaca, menyapu, dan memasak. Murid kemudian menyimak penjelasan mengenai pengertian imbuhan me-, perubahan kata dasar, serta penggunaannya melalui media PowerPoint. Pada kegiatan inti, murid dibagi menjadi beberapa kelompok yang masing-masing terdiri atas lima orang dan setiap anggota mendapatkan nomor 1 sampai 5. Kelompok kemudian mengerjakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk menentukan kata dasar, kata berimbuhan me-, perubahan kata, makna imbuhan, dan penggunaannya dalam kalimat. Setiap anggota berdiskusi dan saling membantu agar seluruh anggota memahami jawaban. Setelah diskusi selesai, nomor dipanggil secara acak untuk menyampaikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.
Proses pembelajaran memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan kemampuan penalaran kritis, kolaborasi, dan komunikasi melalui kegiatan menemukan kata berimbuhan me-, berdiskusi, dan menyampaikan hasil kerja kelompok. Penggunaan media teks bacaan membantu murid memahami materi dalam konteks yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sedangkan model NHT mendorong setiap murid untuk terlibat dan memiliki tanggung jawab terhadap hasil belajar kelompok. Kegiatan tersebut berkontribusi pada SDGs 4: Pendidikan Berkualitas dengan menghadirkan pembelajaran yang aktif, bermakna, dan melibatkan murid secara langsung dalam proses belajar. Pembelajaran yang mengembangkan kemampuan berpikir, bekerja sama, dan berkomunikasi ini turut mendukung terciptanya pengalaman pendidikan yang berkualitas bagi murid.
Melalui kegiatan ini, pembelajaran Bahasa Indonesia diharapkan tidak hanya membantu murid memahami materi kebahasaan, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang aktif dan kolaboratif. Penerapan NHT dapat terus dikembangkan dalam pembelajaran berikutnya sebagai salah satu upaya menciptakan pembelajaran yang bermakna dan mendukung terwujudnya Pendidikan Berkualitas (SDGs 4) di lingkungan sekolah.
Copyright © 2026,