Mengenal Fungsi Pancaindra melalui Pembelajaran Interaktif sebagai Implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) 3 di SD Negeri Gedongtengen

Kegiatan yang dilakukan berupa pembelajaran IPAS mengenai struktur dan fungsi pancaindra manusia. Peserta didik mempelajari lima pancaindra, yaitu mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit beserta fungsinya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta, Yeni Rachmawati, bersama peserta didik kelas IV SD Negeri Gedongtengen. Peserta didik mengikuti kegiatan melalui pengamatan, diskusi kelompok, pengerjaan LKPD, aktivitas berdasarkan gaya belajar, dan presentasi hasil diskusi.

Kegiatan dilaksanakan pada 9 September 2026 dalam pembelajaran IPAS kelas IV Fase B dengan alokasi waktu 2 JP atau 2 × 35 menit. Pembelajaran dilaksanakan di kelas IV SD Negeri Gedongtengen dengan memanfaatkan media berupa gambar, video, PPT, audio, dan benda konkret. Penggunaan berbagai media tersebut membantu peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai fungsi pancaindra dan pentingnya menjaga kesehatan tubuh. Pembelajaran tidak hanya mengarahkan peserta didik untuk mengenali nama dan fungsi pancaindra, tetapi juga menghubungkannya dengan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini sejalan dengan SDGs (Sustainable Development Goals) 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, karena membantu menumbuhkan pengetahuan dan kesadaran peserta didik mengenai pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan pancaindra sejak dini.

Kegiatan dilakukan melalui pendekatan Deep Learning dengan model Problem Based Learning (PBL). Pembelajaran diawali dengan apersepsi menggunakan buah apel. Peserta didik diajak mengamati warna dan bentuk, merasakan tekstur, mencium aroma, mencicipi rasa, serta memperhatikan suara yang dihasilkan ketika apel dimakan. Selanjutnya, peserta didik dibagi menjadi kelompok visual, auditori, dan kinestetik. Kelompok visual mencocokkan gambar pancaindra dengan fungsinya, kelompok auditori mendengarkan audio dan menuliskan informasi yang diperoleh, sedangkan kelompok kinestetik melakukan kegiatan langsung menggunakan benda konkret seperti apel, suara bel, parfum, gula, dan kapas.

Peserta didik kemudian berdiskusi dan mengerjakan LKPD bersama kelompok dengan pendampingan Yeni Rachmawati, kemudian mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih konkret sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis, bekerja sama, menghargai pendapat, dan berani menyampaikan hasil belajar.