Kelas Menjadi Ruang Eksplorasi: Siswa Kelas 4 SDN Petinggen Belajar Gaya Berbasis Pengalaman

Yogyakarta, 2 September 2026 - Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan praktik pembelajaran di kelas 4 SDN Petinggen Yogyakarta. Kegiatan pembelajaran ini diikuti oleh 26 peserta didik kelas 4A secara aktif dan interaktif. Pembelajaran ini dilakukan pada mata pelajaran IPAS materi “Gaya di Sekitar Kita” melalui model pembelajaran Experiental Learning. Pembelajaran ini menjadi salah satu upaya untuk mengajak peserta didik belajar dengan menyenangkan dan bermakna melalui metode pembelajaran diskusi, ceramah interaktif, demonstrasi, praktik/eksperimen, dan penugasan. Proses pembelajaran ini mengedepankan kegiatan praktik dan eksperimen agar setiap peserta didik memiliki pengalaman terhadap materi yang sedang dipelajari. Hal ini sejalan dengan tujuan Suistainable Development Goals (SDG’s) yaitu Pendidikan Berkualitas dengan memberikan pengalaman belajar yang inklusif dan menyeluruh bagi peserta didik.

Pembelajaran ini bertujuan untuk mengajak peserta didik agar mampu menganalisis gaya-gaya di sekitar dengan kegiatan eksperimen yang menyenangkan. Kegiatan pembelajaran diawali dengan memberikan apersepsi kepada peserta didik untuk menghubungkan pengalaman yang telah mereka miliki dengan pengetahuan yang akan didapat dengan memperagakan gaya tarik dan dorong pada kegiatan mendorong dan menarik meja di kelas. Selanjutnya peserta didik diajak untuk memecahkan suatu permasalahan melalui pertanyaan pemantik berbentuk studi kasus. Secara keseluruhan peserta didik mampu memecahkan permasalahan dengan solusi yang tepat. Kegiatan dilanjutkan dengan mempelajari jenis-jenis gaya yang mencakup gaya tarik, gaya dorong, gaya pegas, gaya gesek, gaya gravitasi, dan gaya magnet. Pada setiap materi gaya, peserta didik memperagakan setiap jenis gaya seperti menarik dan mendorong meja, bermain ketapel, menghapus papan tulis, menjatuhkan pensil, dan eksperimen gaya magnet dengan mendekatkan magnet pada berbagai benda magnetik dan non magnetik. Hal ini sebagai upaya untuk memberikan gambaran konkret dari konsep yang dipelajari. Setelah peserta didik memperoleh gambaran dan pengetahuan tentang jenis-jenis gaya dan aktivitas yang memerlukan gaya, peserta didik diberikan penugasan dalam bentuk LKPD yang melatih motorik peserta didik melalui menggunting dan menempel. Pengetahuan peserta didik diuji melalui pengerjaan soal evaluasi di akhir pembelajaran.

Pembelajaran berbasis pengalaman dengan model Experiental Learning ini memberikan proses pembelajaran yang aktif, interaktif, dan memberikan kesempatan peserta didik untuk menemukan pengetahuannya sendiri. Pengajar berperan sebagai fasilitator dan membimbing peserta didik untuk belajar sehingga peserta didik memiliki andil penuh terhadap proses belajarnya.  Pengajar memfasilitasi media dan perangkat pembelajaran yang dibutuhkan agar peserta didik mampu memperluas pengetahuannya sehingga pengetahuan yang didapat secara utuh dan bermakna. Hal ini mendukung tujuan SDG’s Pendidikan Berkualitas dengan menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Melalui pembelajaran Experiental Learning diharapkan peserta didik mampu menyadari bahwa lingkungan sekitar memiliki banyak pengetahuan yang dapat mereka pelajari. Pengalaman belajar ini juga diharapkan untuk memberikan kesadaran kepada peserta didik untuk tidak berhenti pada pembelajaran konsep di kelas, tetapi dapat memperluasnya dengan mempelajari melalui benda-benda di sekitar dan aktivitas yang mereka lakukan sehari-hari. Penerapan pembelajaran Experiental Learning ini diharapkan dapat diintegrasikan dengan berbagai materi pembelajaran dan metode pembelajaran sehingga mampu memberikan pengalaman bermakna dan menyenangkan bagi peserta didik.