Belajar Metamorfosis Jadi Lebih Menyenangkan melalui Papan Siklus Hidup Hewan dan Diorama, Dukung SDG 4 di SDN Tegalrejo 2

Yogyakarta, 16 September 2026-Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan kegiatan pembelajaran IPAS dalam rangka asistensi mengajar di SDN Tegalrejo 2, Yogyakarta, pada 16 September 2026. Kegiatan yang diikuti oleh 28 siswa kelas III ini mengangkat materi “Siklus Hidup yang Menakjubkan” dengan topik “Rahasia Kehidupan Hewan”. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi UNY dalam mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan.
Pembelajaran diawali dengan pertanyaan pemantik mengenai perubahan bentuk hewan, seperti “Pernah lihat kupu-kupu? Menurutmu, kupu-kupu asalnya dari apa?” dan “Kenapa ulat bisa berubah menjadi kupu-kupu?”. Peserta didik kemudian mengamati video mengenai siklus hidup kupu-kupu dan berdiskusi untuk mengidentifikasi tahapan metamorfosis. Materi selanjutnya diperkuat melalui bahan ajar dan PowerPoint sehingga peserta didik memperoleh pemahaman mengenai metamorfosis sempurna dan tidak sempurna. Kegiatan tersebut mendorong siswa untuk mengamati tahapan metamorfosis serta mengemukakan pendapat mengenai perubahan yang terjadi pada hewan. Materi pembelajaran berfokus pada perbedaan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna beserta tahapan pertumbuhannya.
Setelah memahami materi, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri atas 4–5 orang. Setiap kelompok menggunakan Papan Siklus Hidup Hewan untuk menyusun tahapan siklus hidup sesuai hewan yang dipelajari. Kelompok memperoleh tugas untuk mempelajari metamorfosis kupu-kupu, nyamuk, katak, atau belalang melalui LKPD. Setelah berdiskusi, siswa melanjutkan kegiatan dengan membuat diorama metamorfosis sebagai bentuk penerapan materi yang telah dipelajari.
Kegiatan pembuatan diorama memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung. Siswa bekerja sama menentukan tahapan metamorfosis, menyusun bagian-bagian diorama, serta menyampaikan hasil pekerjaannya di depan kelas. Setiap kelompok kemudian mendapatkan kesempatan untuk memberikan tanggapan terhadap hasil kelompok lain. Kegiatan diakhiri dengan refleksi, penyampaian kesimpulan, dan kuis menggunakan Wordwall untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari. 
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, pembelajaran tidak hanya berfokus pada pemahaman konsep metamorfosis, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Siswa terlibat secara langsung dalam proses mengurutkan tahapan siklus hidup, berdiskusi, membuat karya, serta mempresentasikan hasilnya. Hal tersebut sejalan dengan tujuan pembelajaran dalam modul yang menekankan kemampuan siswa untuk mengemukakan kembali jenis metamorfosis dan membuat diorama metamorfosis secara rinci dan benar.
Kegiatan ini mendukung SDG 4 Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui penyelenggaraan pembelajaran yang memberikan pengalaman belajar aktif dan bermakna bagi siswa. Pembelajaran tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, tetapi juga menggunakan media dan kegiatan praktik yang mendorong siswa untuk terlibat secara langsung dalam proses belajar. Model pembelajaran seperti ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan sekaligus membantu siswa memahami materi dengan lebih baik. SDG 4 sendiri dalam template SDGs UNY mencakup berbagai bentuk kegiatan pendidikan dan peningkatan kualitas pembelajaran.
Kegiatan asistensi mengajar ini, Universitas Negeri Yogyakarta turut berkontribusi dalam mendukung pendidikan berkualitas di satuan pendidikan. Pemanfaatan media pembelajaran, kegiatan kolaboratif, dan pembuatan karya diharapkan dapat menjadi pengalaman belajar yang berkesan bagi siswa serta mendorong mereka untuk lebih aktif, kreatif, dan percaya diri dalam mengikuti pembelajaran.