DUKUNG PENDIDIKAN BERKUALITAS DAN KELEMBAGAAN TANGGUH, MAHASISWA PK UNY TERAPKAN DEEP LEARNING PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS IV SD NEGERI BACIRO

YOGYAKARTA - Dalam upaya mendukung ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan ke-4 yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education) serta Tujuan ke-16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK), Haidar Shofwan Al Fayiz Putra Wijaya, menghadirkan pembelajaran Pendidikan Pancasila berbasis Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) untuk siswa kelas IV di SD Negeri Baciro pada Senin, 10 Agustus 2026.

Mengangkat topik "Aku Anak Disiplin" pada elemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, pembelajaran yang dikemas melalui praktik pedagogis Project Based Learning ini dirancang untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya aturan sejak usia dini, sekaligus membekali siswa dengan pemahaman bahwa ketaatan pada aturan adalah fondasi kehidupan yang tertib, aman, dan adil bagi semua.

Proses pembelajaran di kelas IV SD Negeri Baciro berlangsung aktif dan kolaboratif melalui rangkaian kegiatan mini proyek yang didukung media digital Canva. Siswa mula-mula menuliskan contoh aturan dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat pada media "Pohon Aturan", yang kemudian didiskusikan bersama untuk merumuskan pemahaman kolektif tentang makna aturan. Pembelajaran berlanjut dengan kerja kelompok merancang "Poster Aturan", di mana setiap kelompok memilih ide dari Pohon Aturan sebagai bahan rancangan, lalu mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas. Sepanjang proses, guru berperan sebagai fasilitator yang mendorong siswa berpikir reflektif melalui pertanyaan pemantik seputar konsekuensi dan cara mengingatkan sesama teman untuk menaati aturan.

Melalui rancangan pembelajaran partisipatif ini, siswa kelas IV SD Negeri Baciro tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual tentang aturan, tetapi juga mengasah keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi saat berdiskusi maupun berpresentasi kelompok. Inovasi pembelajaran ini menjadi bukti nyata bahwa penguatan pendidikan karakter sejak dini dapat berjalan beriringan dengan pencapaian mutu pendidikan yang berkualitas serta terciptanya generasi yang menjunjung tinggi ketertiban dan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat.