KREATIF MEMAHAMI SIKLUS AIR, SISWA KELAS V SD MUHAMMADIYAH 2

Sleman, 8 September 2026 – Adinda Meilisa Darmawan, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan kegiatan pembelajaran IPAS pada siswa kelas V di SD Muhammadiyah 2 Pakem dengan materi siklus air. Kegiatan melibatkan 16 siswa kelas V, guru kelas, dan mahasiswa PK sebagai pelaksana pembelajaran. Kegiatan ini menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dengan kegiatan pembelajaran yang berpusat pada murid serta menghasilkan produk berupa flipbook siklus air. Pembelajaran tersebut menjadi salah satu bentuk praktik kependidikan yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran yang aktif, kreatif, dan bermakna.

Pembelajaran dilaksanakan selama 2 JP (2 × 35 menit). Kegiatan diawali dengan salam, doa, pengecekan kehadiran, serta pertanyaan pemantik mengenai genangan air setelah hujan yang lama-kelamaan menghilang dan proses air hujan dapat kembali turun. Pada tahap Problem Based Learning, guru menampilkan gambar permasalahan tentang air dan mengajak murid berpikir mengenai alasan air di Bumi tidak habis meskipun terus digunakan oleh manusia, hewan, dan tumbuhan. Selanjutnya, murid melakukan kegiatan secara mandiri dengan menggunakan lembaran gambar tahapan siklus air. Murid menggunting dan mewarnai gambar sesuai kreativitas, mengidentifikasi tahapan siklus air, serta menuliskan keterangan berupa evaporasi, kondensasi, presipitasi, dan infiltrasi. Gambar tersebut kemudian disusun menjadi flipbook dan ditempelkan pada buku masing-masing. Setelah menyelesaikan flipbook, murid mengerjakan LKPD dan beberapa murid diberi kesempatan untuk menunjukkan serta menjelaskan hasil karyanya.

 

Kegiatan pembelajaran menghasilkan flipbook siklus air sebagai karya murid yang menggambarkan tahapan perputaran air secara kreatif. Melalui kegiatan tersebut, murid tidak hanya memahami konsep siklus air, tetapi juga mengembangkan penalaran kritis, kreativitas, kemandirian, dan kemampuan komunikasi. Hal ini sesuai dengan dimensi profil lulusan yang dikembangkan dalam modul, yaitu penalaran kritis melalui analisis permasalahan siklus air, kreativitas melalui pembuatan flipbook, serta kemandirian melalui penyelesaian LKPD dan flipbook secara mandiri. Kegiatan juga menanamkan pemahaman bahwa siklus air berperan penting dalam menjaga ketersediaan air sehingga murid perlu menggunakan air secara bijak, menjaga kebersihan sungai, dan tidak membuang sampah sembarangan. Hal tersebut mendukung SDGs 4 melalui pembelajaran yang mendorong pengetahuan, keterampilan, kreativitas, dan kemandirian peserta didik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pengalaman belajar menggunakan model PBL dapat memberikan pembelajaran IPAS yang lebih aktif, kontekstual, dan bermakna bagi murid. Flipbook yang telah dibuat dapat menjadi hasil karya sekaligus media belajar yang membantu murid mengingat tahapan siklus air. Pembelajaran juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran murid untuk menjaga ketersediaan air dan menerapkan perilaku hemat air serta menjaga lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.