You are here
“BELAJAR PERKALIAN BILANGAN CACAH SAMPAI 100 MELALUI PROBLEM BASED LEARNING: UPAYA MENDUKUNG PENDIDIKAN BERKUALITAS DI KELAS III SD NEGERI BUMIJO”
Primary tabs

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan pembelajaran Matematika dengan materi Perkalian Bilangan Cacah sampai 100 di kelas III SD Negeri Bumijo. Pembelajaran dirancang dengan pendekatan Deep Learning dan model Problem Based Learning (PBL) yang berpusat pada murid. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya menghadirkan pembelajaran yang aktif, bermakna, dan menyenangkan sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Pembelajaran diawali dengan kegiatan apersepsi dan pertanyaan pemantik yang menghubungkan materi perkalian dengan pengalaman sehari-hari murid. Murid diajak memahami permasalahan sederhana, seperti menghitung jumlah benda yang terdapat dalam beberapa kelompok dengan jumlah yang sama. Selanjutnya, murid mengamati video pembelajaran dan media presentasi yang disiapkan untuk membantu memahami konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang. Kegiatan tersebut bertujuan agar murid tidak hanya menghafal perkalian, tetapi memahami konsepnya melalui situasi yang dekat dengan kehidupan mereka.
Pada kegiatan inti, murid dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengerjakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Setiap kelompok berdiskusi untuk menyelesaikan permasalahan yang diberikan, kemudian memeriksa kembali hasil pekerjaan sebelum mempresentasikannya di depan kelas. Kelompok lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan dan masukan terhadap hasil presentasi. Melalui kegiatan tersebut, murid tidak hanya mengembangkan kemampuan berhitung, tetapi juga dilatih untuk berpikir kritis, bekerja sama, berkomunikasi, dan menghargai pendapat teman.
Pembelajaran semakin menarik melalui kegiatan permainan edukatif menggunakan Wordwall. Permainan tersebut digunakan sebagai kegiatan penguatan sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan bagi murid. Setelah itu, murid mengerjakan soal evaluasi secara individu untuk mengetahui pemahaman terhadap materi perkalian bilangan cacah sampai 100. Kegiatan pembelajaran kemudian ditutup dengan penguatan, motivasi, refleksi, dan penyimpulan bersama.
Pelaksanaan pembelajaran Matematika tersebut mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pembelajaran yang aktif, inklusif, bermakna, dan berpusat pada murid. Selain itu, kegiatan diskusi kelompok memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan kemampuan kolaborasi dan komunikasi, sedangkan kegiatan pemecahan masalah mendorong kemampuan penalaran kritis. Adanya kegiatan remedial dan pengayaan juga memberikan kesempatan kepada murid untuk memperoleh pendampingan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan belajarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa PK UNY turut berkontribusi dalam menghadirkan pengalaman belajar Matematika yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian hasil belajar, tetapi juga pada pengembangan keterampilan murid. Pembelajaran yang menggabungkan pemecahan masalah, kerja sama, media digital, dan permainan diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menarik serta membantu murid memahami bahwa Matematika memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari. Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa calon pendidik dalam mendukung terwujudnya pendidikan berkualitas dan berkelanjutan.
Copyright © 2026,