You are here
Mencoba, Menemukan, Memahami: Membangun Pendidikan Berkualitas melalui Pembelajaran Matematika Model Discovery Learning di SD Negeri Margoyasan.
Primary tabs

Yogyakarta, 11 September 2026– Pembelajaran matematika di sekolah dasar tidak semestinya berhenti pada kemampuan mengenali angka dan memperoleh jawaban, tetapi perlu memberikan kesempatan kepada murid untuk membangun pemahaman melalui pengalaman belajar yang aktif dan bermakna. Prinsip tersebut menjadi dasar pelaksanaan praktik mengajar oleh Kristianingsih, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dalam Program Praktik Kependidikan (PK) di SD Negeri Margoyasan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran yang mendorong keterlibatan, pemahaman, dan perkembangan kemampuan murid.
Pembelajaran dilaksanakan pada kelas I mata pelajaran Matematika dengan materi pasangan bilangan sampai dengan 10. Materi tersebut tidak hanya diarahkan agar murid mengetahui pasangan bilangan, tetapi juga memahami bahwa suatu bilangan dapat dibentuk melalui berbagai pasangan bilangan. Model Discovery Learning dipilih untuk memberikan ruang kepada murid dalam memperoleh konsep melalui proses penemuan. Pembelajaran didukung dengan PowerPoint (PPT), papan pasangan bilangan, dan LKPD yang digunakan secara bertahap sesuai dengan karakteristik perkembangan murid kelas I.
Proses pembelajaran diawali dengan tahap Stimulation. Murid mengamati PPT yang menyajikan gambar benda dan bilangan sampai dengan 10 serta menyimak contoh pasangan bilangan. Tahap tersebut dilanjutkan dengan Problem Statement, ketika murid diarahkan untuk memikirkan berbagai cara membentuk suatu bilangan menjadi dua kelompok. Melalui pertanyaan pemantik, murid menyampaikan dugaan dan mulai mengidentifikasi pasangan bilangan yang mungkin terbentuk.
Tahap Data Collection memberikan pengalaman eksploratif melalui papan pasangan bilangan. Murid secara bergantian mencoba menentukan pasangan bilangan berdasarkan bilangan yang diberikan mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) UNY pada papan pasangan bilangan. Setelah kegiatan tersebut selesai, murid melanjutkan eksplorasi melalui LKPD secara berkelompok. Pada tahap Data Processing, murid berdiskusi, mencocokkan bilangan, memeriksa hasil pekerjaan, serta memperbaiki jawaban yang belum sesuai. Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) UNY berperan memberikan bimbingan agar proses penemuan berlangsung terarah.
Tahap Verification dilakukan dengan menyampaikan dan memeriksa hasil penemuan kelompok. Murid bersama mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) UNY membuktikan pasangan bilangan dengan menghitung jumlah kedua bilangan. Hasil tersebut kemudian menjadi dasar pada tahap Generalization, yaitu menyimpulkan bahwa satu bilangan dapat dibentuk dari berbagai pasangan bilangan. Rangkaian pembelajaran tersebut menunjukkan bahwa proses belajar matematika dapat dimulai dari hal sederhana: mengamati suatu contoh, mencoba menemukan kemungkinan, kemudian menemukan pola dan memahami konsep.
Penerapan Discovery Learning memberikan pengalaman belajar yang menempatkan murid sebagai bagian aktif dalam membangun pengetahuan. Melalui rangkaian kegiatan mengamati, mencoba, mengeksplorasi, berdiskusi, memverifikasi, hingga menyimpulkan, pembelajaran matematika menjadi lebih kontekstual dan bermakna. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pendidikan berkualitas dapat diwujudkan melalui pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga memberikan ruang bagi murid untuk mencoba, menemukan, dan memahami.
Copyright © 2026,