You are here
Ketika Supermarket dan Restoran Hadir di Ruang Kelas: Pembelajaran Operasi Hitung yang Interaktif bagi Murid Kelas V SD Negeri Sinduadi 2
Primary tabs

Pada Kamis, 27 Agustus 2026, telah dilaksanakan kegiatan pembelajaran Matematika di kelas V SD Negeri Sinduadi 2 dengan materi operasi hitung bilangan cacah hingga 100.000, yang meliputi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Pembelajaran dirancang dengan mengangkat situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari murid melalui simulasi berbelanja di supermarket dan restoran. Setiap kelompok memperoleh uang mainan sebesar Rp200.000, dengan pembagian Rp100.000 untuk berbelanja di supermarket dan Rp100.000 untuk berbelanja di restoran. Murid diberikan ketentuan untuk tidak menggunakan uang melebihi anggaran yang telah ditentukan.
Kegiatan pembelajaran diawali dengan pengenalan papan informasi yang berisi berbagai barang dan menu yang tersedia pada masing-masing tempat. Supermarket menyediakan berbagai kebutuhan seperti alat tulis, camilan, minuman, susu, dan aksesori, sedangkan restoran menyediakan makanan dan minuman seperti nasi ayam, pecel, capcay, pempek, sate, burger, hotdog, kentang, puding, cake, donat, pie buah, jus, boba, dan teh tarik. Setiap barang dan menu ditampilkan menggunakan gambar asli agar simulasi terasa seperti kegiatan berbelanja sungguhan. Murid mengambil potongan gambar barang atau menu yang telah disediakan pada tampah dan menggunakannya untuk menyusun daftar belanja. Selanjutnya, barang yang dipilih ditempelkan pada LKPD dan murid mengisi nota pembelian dengan melakukan perhitungan sesuai soal yang diberikan. Setiap anggota kelompok memiliki tugas yang merata, mulai dari memilih barang, mengelola uang, mencatat pembelian, hingga melakukan perhitungan.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi terhadap SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) karena menghadirkan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan berpusat pada murid. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada kemampuan menghitung secara abstrak, tetapi menghubungkan konsep matematika dengan pengalaman nyata yang sering dijumpai murid ketika berbelanja atau membeli makanan. Penggunaan uang mainan, keranjang belanja, tampah, gambar produk, dan nota pembelian membuat murid terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran. Murid menunjukkan antusiasme dan keaktifan yang tinggi karena dapat belajar melalui pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermakna. Kegiatan ini juga melatih kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab dalam kelompok.
Melalui kegiatan tersebut, pembelajaran Matematika diharapkan tidak hanya membantu murid memahami operasi hitung bilangan cacah, tetapi juga membangun keterampilan numerasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran yang menghubungkan materi dengan dunia nyata menjadi salah satu upaya menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan mendukung terwujudnya pendidikan yang berkualitas.
Copyright © 2026,