Setiap Anak Punya Cara Belajar Sendiri: Praktik Berdiferensiasi Mahasiswa PK UNY di Kelas IV B

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) melaksanakan kegiatan pembelajaran di SD Negeri Tegalrejo III pada hari Kamis, 3 September 2026. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan di kelas IV dengan materi Bab 2 "Gaya di Sekitar Kita" menggunakan model Pembelajaran Berdiferensiasi. Pembelajaran ini bertujuan mengakomodasi kebutuhan belajar peserta didik yang beragam dan menumbuhkan penalaran kritis, kreativitas dan kemampuan bekerja sama dalam memahami konsep gaya. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kontribusi UNY dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4 "Pendidikan Berkualitas" melalui pembelajaran yang bermakna, konkret, dan sesuai karakteristik peserta didik.

Kegiatan pembelajaran dilaksanakan sebagai bagian dari praktik mengajar mahasiswa PK dengan melibatkan 28 peserta didik kelas IV dengan 1 peserta didik slow learner. Pembelajaran diawali dengan doa, pengecekan kehadiran dan apersepsi melalui gambar aktivitas sehari-hari dan eksperimen sederhana seperti menendang bola, mendorong meja, dan meremas plastisin, yang memancing peserta didik menemukan sendiri konsep gaya. Materi kemudian disampaikan melalui PowerPoint dan benda konkret, dilanjutkan dengan pembentukan kelompok belajar berdasarkan peserta didik sesuai prinsip pembelajaran berdiferensiasi. Setiap kelompok mengerjakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk menyelidiki pengaruh gaya terhadap gerak, arah, dan bentuk benda, lalu mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa PK sebagai pelaksana pembelajaran, peserta didik kelas IV B sebagai sasaran kegiatan.

Pelaksanaan pembelajaran mendapatkan respons yang positif dari peserta didik. Peserta didik terlihat antusias mengamati, mencoba dan berdiskusi dalam kelompok serta aktif menyampaikan hasil pengamatan dan kesimpulan berdasarkan bukti percobaan sederhana. Pendekatan berdiferensiasi membantu peserta didik dengan kebutuhan dan kecepatan belajar berbeda tetap dapat memahami bahwa gaya tidak hanya membuat benda bergerak, tetapi juga dapat menghentikan, mengubah arah, kecepatan dan bentuk benda. Kegiatan ini turut menumbuhkan sikap kerja sama, tanggung jawab, dan kepercayaan diri peserta didik dalam menyampaikan pendapat, sejalan dengan pencapaian kualitas pendidikan yang menjadi inti SDGs 4.

Sebagai calon pendidik, mahasiswa PK UNY berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang aktif, konkret dan bermakna melalui pendekatan pembelajaran berdiferensiasi. Selanjutnya, penerapan model ini diharapkan dapat terus dikembangkan pada materi-materi IPAS lainnya guna menciptakan proses pembelajaran yang inklusif dan responsif terhadap keberagaman kebutuhan peserta didik di sekolah dasar.