You are here
Mengenal Perasaan dengan Cara Menyenangkan, Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II SD Negeri Ambarukmo Dukung SDGs 4: Pendidikan Berkualitas
Primary tabs

Yogyakarta, 4 Agustus 2026 – Kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan tema “Mengenal Perasaan” yang dilaksanakan di kelas II SD Negeri Ambarukmo tidak hanya bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran, tetapi juga menjadi salah satu bentuk nyata dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 4: Pendidikan Berkualitas. Melalui kegiatan ini, peserta didik memperoleh kesempatan untuk belajar dalam suasana yang aktif, menyenangkan, dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Pembelajaran dirancang agar peserta didik tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga terlibat secara langsung dalam mengamati, berdiskusi, bercerita, dan menyelesaikan aktivitas pembelajaran.
Dukungan terhadap SDGs 4 terlihat dari penggunaan gambar ekspresi, cerita, pengalaman sehari-hari, dan LKPD “Mengenal Perasaanku” sebagai bagian dari proses pembelajaran. Media dan aktivitas tersebut membuat materi yang abstrak, seperti perasaan, menjadi lebih mudah dipahami oleh peserta didik kelas II. Peserta didik diajak mengidentifikasi perasaan melalui gambar senang, sedih, marah, dan takut, kemudian menghubungkannya dengan situasi yang pernah mereka alami. Dengan cara tersebut, peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang konkret dan tidak hanya berorientasi pada hafalan.
Kegiatan pembelajaran tersebut juga memberikan kesempatan kepada peserta didik dengan kemampuan dan karakter yang berbeda untuk terlibat dalam proses belajar sesuai dengan kemampuannya. Peserta didik yang aktif berbicara dapat menyampaikan pendapat dan pengalaman di depan kelas, sementara peserta didik lainnya dapat menunjukkan keterlibatan melalui kegiatan mengamati, menjawab pertanyaan, mengerjakan LKPD, dan menyelesaikan tugas secara mandiri. Hal ini mencerminkan pembelajaran yang memberikan ruang bagi setiap peserta didik untuk berkembang. Guru berperan sebagai pendamping yang memberikan arahan dan bantuan ketika peserta didik mengalami kesulitan, sehingga suasana belajar menjadi lebih nyaman dan tidak membuat peserta didik takut untuk mencoba.
Melalui kegiatan tersebut, pembelajaran Bahasa Indonesia juga berkontribusi terhadap pengembangan berbagai kemampuan peserta didik, seperti kemampuan berkomunikasi, berpikir, bekerja secara mandiri, berkreativitas, dan menghargai orang lain. Ketika peserta didik menyampaikan pengalaman tentang perasaannya, mereka belajar memilih kata yang tepat untuk mengungkapkan apa yang dirasakan. Ketika mencocokkan gambar dan situasi dalam LKPD, mereka belajar memahami hubungan antara suatu peristiwa dengan perasaan yang muncul. Sementara itu, ketika mendengarkan cerita teman, mereka belajar menghargai pengalaman dan perasaan orang lain. Berbagai kemampuan tersebut merupakan bagian penting dari pengalaman pendidikan yang berkualitas sejak jenjang sekolah dasar.
Dengan demikian, kegiatan “Mengenal Perasaan” pada 4 Agustus 2026 tidak hanya menjadi kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia, tetapi juga menjadi contoh sederhana bagaimana nilai-nilai SDGs 4 dapat diterapkan secara langsung di lingkungan sekolah. Pendidikan berkualitas dapat dimulai dari kegiatan yang dekat dengan kehidupan peserta didik, menggunakan media yang sesuai, memberikan kesempatan untuk berpartisipasi, serta menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan. Melalui pembelajaran seperti ini, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mendapatkan pengalaman untuk menjadi pribadi yang lebih percaya diri, mandiri, kreatif, mampu berkomunikasi, dan menghargai orang lain.
Pada akhirnya, kegiatan yang dilaksanakan di SD Negeri Ambarukmo, Yogyakarta, pada 4 Agustus 2026 menunjukkan bahwa dukungan terhadap SDGs 4 dapat diwujudkan melalui langkah sederhana di dalam kelas. Ketika peserta didik diberi kesempatan untuk belajar melalui gambar, cerita, pengalaman nyata, aktivitas kreatif, dan interaksi dengan teman, proses pembelajaran menjadi lebih bermakna. Pendidikan berkualitas bukan hanya tentang nilai yang diperoleh peserta didik, tetapi juga tentang bagaimana proses pembelajaran mampu membuat mereka merasa dihargai, berani berpartisipasi, dan memperoleh kesempatan untuk berkembang. Melalui kegiatan “Mengenal Perasaan”, nilai tersebut dihadirkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang aktif, kontekstual, dan menyenangkan.
Copyright © 2026,