Belajar Bersama, Berhasil Bersama: Membangun Pendidikan Berkualitas melalui Pembelajaran Matematika Kooperatif Tipe STAD

Yogyakarta, DIY – Setiap proses belajar memiliki tujuan yang ingin dicapai. Bagi murid sekolah dasar, tujuan tersebut dapat menjadi lebih bermakna ketika mereka memahami apa yang perlu dilakukan, terlibat aktif dalam pembelajaran, serta memperoleh apresiasi atas usaha yang diberikan. Pembelajaran yang memberikan ruang untuk bekerja sama dan berpartisipasi menjadi salah satu cara untuk membangun pengalaman belajar yang lebih bermakna. Hal tersebut diwujudkan oleh Catur Muhammad Nur Ihwan, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), melalui praktik mengajar di SD Negeri Balirejo sebagai bagian dari Program Praktik Kependidikan (PK). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas.

Pembelajaran matematika dilaksanakan pada kelas II, III, dan IV dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Materi yang diajarkan disesuaikan dengan kebutuhan dan alur pembelajaran pada masing-masing kelas. Kelas II mempelajari pengurangan dengan berhitung mundur menggunakan garis bilangan, kelas III mempelajari kalimat matematika yang berkaitan dengan penjumlahan bilangan cacah, sedangkan kelas IV mempelajari perkalian bilangan cacah sampai 100. Penerapan STAD dilakukan melalui enam tahapan, yaitu menyampaikan tujuan dan memotivasi murid, menyajikan materi, mengorganisasi murid dalam kelompok, membimbing kegiatan belajar kelompok, melaksanakan evaluasi, dan memberikan penghargaan.

Rangkaian pembelajaran dimulai dengan penyampaian tujuan dan motivasi, kemudian materi disajikan menggunakan PowerPoint sebagai bahan ajar. Murid selanjutnya diorganisasikan ke dalam kelompok untuk belajar dan menyelesaikan tugas bersama. Pada tahap kegiatan belajar kelompok, murid berdiskusi, saling membantu memahami materi, serta bekerja sama menyelesaikan tugas, sementara bimbingan diberikan selama proses berlangsung. Hasil pekerjaan kelompok kemudian dipresentasikan untuk memberikan kesempatan kepada murid menyampaikan hasil pemikirannya dan belajar dari kelompok lain. Tahap evaluasi dilakukan melalui dua kegiatan. Murid terlebih dahulu mengikuti kuis interaktif digital menggunakan Educaplay yang dikemas secara menyenangkan, kemudian mengerjakan soal evaluasi secara individu untuk mengukur pemahaman masing-masing. Pembelajaran ditutup melalui refleksi dan penyimpulan materi bersama murid.

Pemberian penghargaan menjadi salah satu bagian yang menarik dalam penerapan STAD. Murid yang menunjukkan semangat, kerja sama, dan keterlibatan aktif memperoleh poin berupa bintang yang dapat dikumpulkan dan ditukarkan dengan penghargaan yang telah disediakan. Apresiasi tersebut menjadi bentuk penghargaan terhadap usaha murid sekaligus penguatan positif selama proses pembelajaran. Penerapan STAD pada ketiga kelas memberikan ruang bagi murid untuk terlibat melalui diskusi, kerja sama, kuis interaktif digital, dan evaluasi individu. Bagi mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi pengalaman dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan murid.

Melalui Praktik Kependidikan, pembelajaran matematika kooperatif tipe STAD menjadi salah satu langkah sederhana untuk mendukung SDGs tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas. Kesempatan untuk belajar bersama, saling membantu, berpartisipasi, dan memperoleh apresiasi dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, menyenangkan, dan bermakna. Dari ruang kelas, semangat “belajar bersama, berhasil bersama” menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga menghargai proses, usaha, dan keterlibatan setiap murid.