IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENDALAM PADA MATERI SUBJEK, PREDIKAT, DAN OBJEK MELALUI MEDIA KARTU KATA DI KELAS II SD

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Universitas Negeri Yogyakarta, melaksanakan kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi Subjek, Predikat, dan Objek (S-P-O) dalam rangka Praktik Kependidikan (PK) pada 4 September 2026 di ruang kelas 2A SD Negeri Nogopuro dengan melibatkan 18 murid. Kegiatan ini bertujuan membantu murid mengenali, menentukan, dan menyusun kalimat berpola S-P-O melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam. Kegiatan tersebut berkaitan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran yang melibatkan murid secara aktif.

Pembelajaran diawali dengan mengamati gambar aktivitas sehari-hari dan menjawab pertanyaan “Siapa?”, “Melakukan apa?”, dan “Apa?” untuk menemukan unsur S-P-O. Kegiatan tersebut mendukung mindful learning melalui proses mengamati dan mencermati informasi, sedangkan penggunaan konteks sehari-hari mendukung meaningful learning. Selanjutnya, murid menyusun kartu kata menjadi kalimat S-P-O, membaca hasilnya, dan mengidentifikasi setiap unsur kalimat. Aktivitas tersebut menciptakan pengalaman belajar yang aktif dan menyenangkan sebagai bagian dari joyful learning, kemudian dilanjutkan dengan pengerjaan LKPD dan evaluasi.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh murid dapat menyelesaikan soal dengan benar dan hampir seluruhnya telah mencapai tujuan pembelajaran. Hampir seluruh murid juga menunjukkan respons aktif, antusias, dan responsif selama menggunakan kartu kata. Media tersebut membantu murid menyusun kata secara langsung hingga membentuk kalimat berpola S-P-O. Dalam pelaksanaannya, terdapat satu murid yang membutuhkan perhatian dan pendampingan ekstra dari guru. Dampak yang teramati adalah keterlibatan murid yang lebih aktif selama proses pembelajaran.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa Pembelajaran Mendalam dapat diterapkan melalui aktivitas sederhana yang mendorong murid untuk mengamati, memahami, dan menerapkan pengetahuan secara langsung. Kartu kata dapat menjadi alternatif media konkret dalam pembelajaran S-P-O untuk mendukung keterlibatan murid. Pembelajaran serupa dapat terus dikembangkan dengan menyesuaikan aktivitas dan pendampingan dengan kebutuhan murid guna mendukung pembelajaran yang aktif, bermakna, dan menyenangkan.

Oleh: Linda Puspita