You are here
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN PERMAINAN ESTAFET KARTU GAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN MEMBEDAKAN JENIS GAYA MURID KELAS IV SD PEDAGOGIA
Primary tabs

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan Praktik Kependidikan di SD Pedagogia Laboratorium FIP UNY, pada Rabu, 26 Agustus 2026. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah praktik mengajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas IV dengan topik “Pengertian Gaya dan Macam-macam Gaya di Sekitar Kita”. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menerapkan pendekatan Student-Centered Learning melalui model Discovery Learning yang dipadukan dengan permainan estafet kartu gambar, untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, konkret, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan berpikir murid kelas IV. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Bermutu, melalui pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada murid untuk membangun sendiri pemahamannya berdasarkan pengamatan dan bukti konkret.
Kegiatan pembelajaran diawali dengan menyanyikan lagu “Macam-Macam Gaya” secara bersama-sama untuk menarik perhatian dan membangun kesiapan belajar siswa. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab untuk menggali pemahaman awal siswa mengenai isi lagu tersebut. Pada tahap stimulasi, siswa mengamati beberapa gambar yang menggambarkan aktivitas sehari-hari, seperti mengerem sepeda, menendang bola, magnet menarik paku, buah jatuh dari pohon, dan ketapel yang ditarik ke belakang. Selanjutnya, siswa menjawab pertanyaan mengenai penyebab benda-benda tersebut dapat bergerak. Melalui kegiatan tersebut, siswa dibimbing untuk menemukan pemahaman bahwa gaya dapat dijumpai dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Siswa juga diarahkan untuk mengidentifikasi berbagai jenis gaya yang terdapat dalam aktivitas tersebut, yaitu gaya otot, gaya gesek, gaya magnet, gaya gravitasi, dan gaya pegas.
Setelah mengajukan pertanyaan dan membuat dugaan sementara, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk berpartisipasi dalam permainan estafet yang disebut “Menempel pada Kartu Gaya”. Secara bergantian, setiap siswa mengambil satu kartu bergambar aktivitas sehari-hari, mengamati gambar tersebut, berdiskusi secara singkat dengan anggota kelompok, kemudian berlari untuk menempelkan kartu pada kolom kategori yang dianggap sesuai di papan tulis. Setelah seluruh kartu ditempelkan, setiap kelompok mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS) melalui kegiatan diskusi, membandingkan hasil pengelompokan dengan kelompok lain, serta merancang percobaan sederhana untuk menguji hipotesis yang telah dibuat. Percobaan dilakukan dengan mendorong meja untuk menunjukkan gaya otot, menarik karet gelang untuk menunjukkan gaya pegas, menjatuhkan bola untuk menunjukkan gaya gravitasi, dan menggosokkan kedua tangan untuk menunjukkan gaya gesek. Selanjutnya, setiap kelompok mempresentasikan hasil pengamatannya di depan kelas, sedangkan kelompok lain secara aktif mengajukan pertanyaan dan memberikan tanggapan atau umpan balik.
Penggunaan model Discovery Learning yang dikombinasikan dengan permainan estafet kartu gambar telah membantu siswa kelas empat di Pedagogia SD untuk lebih memahami konsep gaya dengan cara yang lebih konkret dan bermakna , daripada hanya menghafal istilah . Melalui serangkaian aktivitas yang meliputi pengamatan , mengajukan pertanyaan , mengumpulkan data melalui permainan , menguji hipotesis dengan eksperimen , dan menarik kesimpulan , siswa memiliki kesempatan untuk mengidentifikasi lima jenis gaya dan menjelaskan pengaruhnya terhadap gerakan , arah , dan bentuk objek . Aktivitas ini juga membantu mengembangkan dimensi profil lulusan berupa berpikir kritis dan kolaborasi , sekaligus mendorong siswa untuk bekerja sama , menghormati giliran masing - masing , dan bertanggung jawab atas hasil kelompok selama pembelajaran.
Copyright © 2026,