You are here
SERUNYA BELAJAR IPAS DI LUAR KELAS, SISWA KELAS V SDN MARGOYASAN KENALI HUBUNGAN DALAM EKOSISTEM
Primary tabs

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Muhammad Naufal Arkaan Wulanto dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), melaksanakan pembelajaran luar kelas pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) bersama siswa kelas V SD Negeri Margoyasan. Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan pada Kamis, 03 September 2026 ini mengangkat materi mengamati hubungan antarkomponen biotik dan abiotik serta pengaruhnya terhadap ekosistem melalui kegiatan pengamatan langsung di lingkungan sekitar sekolah. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata dan bermakna bagi siswa sekaligus menjadi salah satu upaya mendukung SDGs ke-4 “Pendidikan Berkualitas”.
Pembelajaran dirancang dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar melalui pendekatan pembelajaran kontekstual dan saintifik. Kegiatan ini mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam mengamati kondisi lingkungan di sekitar mereka serta menghubungkan hasil pengamatan dengan materi IPAS yang telah dipelajari. Siswa diarahkan untuk mengenali berbagai komponen biotik, seperti tumbuhan, hewan, dan manusia, serta komponen abiotik, seperti tanah, air, udara, cahaya matahari, dan suhu. Melalui kegiatan pengamatan secara langsung, siswa tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga dapat melihat hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungan tempat mereka berada.
Pada kegiatan inti, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan pengamatan di lingkungan sekitar sekolah. Setiap kelompok mengidentifikasi dan mencatat berbagai komponen biotik dan abiotik yang ditemukan, kemudian mengamati hubungan serta pengaruhnya terhadap keberlangsungan ekosistem. Siswa mengamati, misalnya, tumbuhan yang membutuhkan air, tanah, udara, dan cahaya matahari untuk tumbuh serta hubungan tumbuhan dengan hewan yang berada di sekitarnya. Hasil pengamatan kemudian didiskusikan bersama dan digunakan untuk menarik kesimpulan mengenai pentingnya keseimbangan antara komponen biotik dan abiotik dalam suatu ekosistem. Kegiatan tersebut membuat siswa terlibat dalam proses mengamati, menanya, mencoba, menalar, bekerja sama, dan menyampaikan hasil temuannya. Pembelajaran berbasis lingkungan ini sejalan dengan SDGs ke-4 “Pendidikan Berkualitas” karena menciptakan pengalaman belajar yang aktif, kontekstual, dan bermakna.
Sebagai bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang aktif dan bermakna, kegiatan pembelajaran luar kelas di SD Negeri Margoyasan diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai alternatif pembelajaran IPAS yang memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Pengalaman mengamati ekosistem secara langsung dapat membantu siswa memahami keterkaitan antara makhluk hidup dan lingkungan sekaligus menumbuhkan sikap peduli terhadap kelestarian alam. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat memberikan kontribusi berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta mendukung pencapaian SDGs ke-4 “Pendidikan Berkualitas”.
Copyright © 2026,