TRANSFORMASI MUSALA RAMAH ANAK: MENGHIDUPKAN RUANG BELAJAR KEAGAMAAN DI SD NEGERI GUWO

oleh: Ahmad Yassin Ar Rantisi

 

Pembentukan karakter anak di Sekolah Dasar (SD) seringkali dibebankan penuh pada ruang kelas, padahal musala kerap terabaikan sebagai ruang belajar yang tak kalah vital. Pemanfaatan musala selama ini masih minim media visual keagamaan edukatif, sehingga suasana tempat ibadah terasa kurang memikat bagi anak-anak. Kondisi tersebut memicu perlunya pembenahan fasilitas agar sarana pendidikan karakter dan keagamaan murid dapat berfungsi secara maksimal. Oleh karena itu, revitalisasi musala ini diarahkan untuk mendukung pencapaian SDGs Poin 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan sarana belajar nonformal yang menarik dan inklusif.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan mahasiswa PK (Praktik Kependidikan) secara langsung. Tahap awal dimulai dari pengamatan lingkungan musala hingga identifikasi kebutuhan dalam perancangan revitalisasi musala. Setelah mempertimbangkan kebutuhan, saya dan tim membuat lampion hias dan poster islami yang dibuat mencakup materi huruf hijaiyah, rukun iman, dan dalil Al Qur’an, dan nama-nama bulan hijriyah yang disusun rapi sebagai alat bantu belajar (visual learning aids). Seluruh proses dipastikan berjalan secara terencana agar media yang terpasang memiliki nilai edukatif yang mudah dipahami siswa sekolah dasar.

Pembaruan tampilan musala ini membawa dampak perubahan psikologis dan peningkatan motivasi yang signifikan bagi para siswa terutama dalam beribadah. Kehadiran poster berwarna memantik rasa ingin tahu murid untuk membaca serta menghafal materi keagamaan secara mandiri di luar jam kelas. Suasana musala yang lebih bersih, hidup, dan indah turut menciptakan rasa nyaman serta ketenangan emosional saat anak-anak beribadah. Dampak positif ini secara langsung mendorong antusiasme kehadiran siswa ke musala sekaligus memperkuat kecerdasan spiritual mereka sejak dini.

Secara keseluruhan, program revitalisasi musala telah berhasil dilaksanakan dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas fasilitas pendidikan di sekolah. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa intervensi fasilitas berbasis media visual mampu mengoptimalkan fungsi musala sebagai sarana edukasi karakter islami yang efektif. Kami menilai perlu adanya perawatan rutin fasilitas yang telah diperbarui agar manfaatnya bertahan dalam jangka panjang. Selain itu, pembaruan materi poster secara berkala sangat disarankan demi menjaga kesesuaian dengan perkembangan kebutuhan belajar siswa.