You are here
Cara Mudah Menggunakan Metode Petak Sawah untuk Menyelesaikan Soal KPK dan FPB Sekali Pengerjaan pada Siswa Kelas V SDN Adisucipto 1
Primary tabs

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Nazhari Wicaksono dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) melaksanakan kegiatan pembelajaran Matematika di kelas V SDN Adisucipto 1 pada 27 Agustus 2026. Kegiatan Praktik Kependidikan (PK) menjadi salah satu kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan inovasi pembelajaran yang dapat membantu peserta didik memahami materi secara lebih mudah. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah pembelajaran matematika pada materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) pada siswa kelas V. Dalam kegiatan ini, mahasiswa memperkenalkan metode petak sawah, yaitu cara penyelesaian yang memanfaatkan bentuk petak untuk membantu siswa menentukan faktor prima dari bilangan. Metode tersebut digunakan agar siswa dapat menyelesaikan soal KPK dan FPB dalam satu proses pengerjaan dengan langkah yang lebih terstruktur dan mudah diikuti. Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Deelopment Goals (SGDs) tujuan ke-4, yaitu Pendidikan Bermutu karena mendukung terciptanya pembelajaran yang berkualitas dan membantu peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih efektif.
Penerapan metode petak sawah diawali dengan menjelaskan kembali konsep dasar KPK dan FPB serta perbedaan keduanya kepada siswa. Selanjutnya, mahasiswa memberikan contoh cara menggunakan metode petak sawah dengan menyusun bilangan yang akan dicari KPK dan FPB-nya ke dalam proses pembagian menggunakan bilangan prima. Siswa kemudian diarahkan untuk mengikuti setiap tahapan pengerjaan secara bertahap hingga memperoleh hasil akhir. Keunggulan metode ini terletak pada prosesnya yang memungkinkan siswa menentukan KPK dan FPB dari bilangan yang sama melalui satu susunan pengerjaan, sehingga siswa tidak perlu membuat langkah penyelesaian secara terpisah. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa memberikan pendampingan kepada siswa dan memberikan latihan soal untuk mengetahui pemahaman mereka terhadap metode yang telah diperkenalkan.
Penggunaan metode petak sawah membantu siswa menyelesaikan soal KPK dan FPB dengan langkah yang lebih cepat, sederhana, dan efisien. Siswa tidak perlu melakukan dua proses pengerjaan yang berbeda ketika menentukan KPK dan FPB dari bilangan yang sama, karena keduanya dapat diperoleh dari satu proses pembagian. Penyajian langkah yang sistematis juga membantu siswa melihat faktor-faktor bilangan secara lebih jelas sehingga proses pengerjaan menjadi lebih mudah diikuti. Selain memberikan manfaat bagi siswa, kegiatan ini menjadi pengalaman bagi mahasiswa PK dalam mengembangkan strategi pembelajaran matematika yang praktis dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar.
Melalui kegiatan ini, penerapan metode petak sawah diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi KPK dan FPB. Penggunaan metode yang sederhana, sistematis, dan mudah dipraktikkan dapat membantu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam mengerjakan soal matematika. Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan dengan menyesuaikan metode pembelajaran terhadap kebutuhan peserta didik, sehingga upaya peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Copyright © 2026,