You are here
Misi Menaklukkan Perkalian: Menghidupkan Pembelajaran Matematika melalui Papan Bersusun dan Ular Tangga
Primary tabs

Pembelajaran matematika di kelas V SD dilaksanakan dengan menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna, aktif, dan menyenangkan melalui materi perkalian bilangan cacah hingga 100.000. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas dengan melibatkan siswa secara aktif dalam memahami konsep, menyelesaikan permasalahan, serta bekerja sama dalam permainan edukatif. Pembelajaran ini menggunakan pendekatan Deep Learning dengan model Problem Based Learning (PBL). Kegiatan tersebut turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui upaya menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan mendorong keterampilan berpikir serta kolaborasi.
Kegiatan pembelajaran diawali dengan penyajian suatu permasalahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Guru memberikan situasi yang membutuhkan penerapan operasi perkalian, kemudian mengajak siswa mengidentifikasi informasi yang terdapat dalam permasalahan tersebut. Tahap ini dilakukan untuk membangun pemahaman awal siswa sekaligus mendorong mereka untuk berpikir mengenai cara yang tepat dalam menyelesaikan masalah. Selanjutnya, guru memberikan penguatan konsep mengenai perkalian sebagai penjumlahan berulang serta memperjelas langkah-langkah melakukan perkalian bersusun. Dalam proses tersebut, siswa tidak hanya menghafalkan prosedur perhitungan, tetapi juga memahami alasan dan tahapan di balik penyelesaian perkalian.
Untuk membantu siswa memahami konsep secara lebih konkret, digunakan media papan perkalian bersusun. Media tersebut digunakan untuk memvisualisasikan langkah perhitungan sehingga siswa dapat melihat hubungan antara nilai tempat, perkalian setiap angka, dan hasil akhir. Setelah memperoleh penguatan konsep, siswa diarahkan untuk mengaplikasikan pengetahuan yang telah diperoleh melalui kegiatan pemecahan masalah secara berkelompok.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan game media ular tangga yang telah dirancang dengan tantangan perkalian. Setiap kelompok bekerja sama menyelesaikan soal atau tantangan yang diperoleh selama permainan. Siswa harus melakukan perhitungan dengan tepat sebelum melanjutkan permainan ke langkah berikutnya. Suasana belajar menjadi lebih interaktif karena siswa dapat berdiskusi, saling memeriksa jawaban, dan membantu anggota kelompok yang mengalami kesulitan. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mengembangkan kemampuan berhitung, tetapi juga belajar berkomunikasi, bekerja sama, berpikir kritis, dan bertanggung jawab terhadap tugas kelompok.
Penerapan pendekatan Deep Learning tampak melalui proses memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Siswa terlebih dahulu memahami konsep perkalian melalui permasalahan dan penguatan materi, kemudian mengaplikasikannya dalam penyelesaian tantangan permainan ular tangga. Pada akhir pembelajaran, siswa diajak merefleksikan pengalaman belajar, termasuk kesulitan yang dihadapi dan strategi yang digunakan untuk memperoleh jawaban. Pembelajaran yang dikemas melalui permainan membuat konsep perkalian menjadi lebih dekat dengan pengalaman siswa sehingga kegiatan belajar terasa lebih menyenangkan dan tidak hanya berorientasi pada hasil perhitungan.
Melalui kegiatan tersebut, siswa memperoleh pengalaman belajar matematika yang lebih aktif dan kontekstual. Penggunaan papan perkalian bersusun dan ular tangga memberikan variasi media yang membantu siswa memahami sekaligus menerapkan konsep perkalian bilangan cacah hingga 100.000. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan numerasi siswa serta membangun sikap positif terhadap pembelajaran matematika. Ke depan, penggunaan media dan pembelajaran berbasis masalah dapat terus dikembangkan agar siswa semakin terbiasa menghubungkan konsep matematika dengan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.
Copyright © 2026,