JELAJAH WILAYAH, TAKLUKKAN ANGKA: Serunya Belajar Pendidikan Pancasila dan Pengurangan Bilangan Cacah di Kelas III SD Negeri Caturtunggal 4

Sleman, 3 September 2026 – Pembelajaran di kelas III B SD Negeri Caturtunggal 4 berlangsung aktif dan menyenangkan melalui kegiatan yang mengintegrasikan mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Matematika. Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai bagian dari kegiatan praktik kependidikan di sekolah. Melalui pembelajaran tersebut, siswa diajak mengenal lingkungan tempat tinggal sekaligus melatih kemampuan berhitung dengan kegiatan yang melibatkan kerja sama, diskusi, dan latihan secara mandiri. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-4: Pendidikan Berkualitas.

Pada Kamis, 3 September 2026, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta bersama siswa kelas III B melaksanakan pembelajaran terpadu Pendidikan Pancasila dan Matematika di SD Negeri Caturtunggal 4. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu siswa memahami lingkungan tempat tinggal, mulai dari RT, RW, Desa/Kelurahan, dan Kecamatan, sekaligus meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan pengurangan bilangan cacah. Pembelajaran dilaksanakan karena materi tersebut perlu dipahami siswa melalui kegiatan yang lebih aktif dan dekat dengan pengalaman mereka sehari-hari. Dalam pelaksanaannya, siswa mengamati gambar lingkungan tempat tinggal, melakukan tanya jawab dan diskusi, kemudian menyelesaikan Teka-Teki Silang (TTS) secara berkelompok. Setelah kegiatan kelompok, siswa mengerjakan LKPD secara mandiri yang berisi latihan pengurangan dan soal cerita. Pembelajaran menggunakan pendekatan Pembelajaran Mendalam, model Cooperative Learning, serta metode tanya jawab, diskusi, demonstrasi, permainan edukatif, latihan, penugasan, dan presentasi. Pendekatan dan model tersebut sesuai dengan rancangan pembelajaran dalam RPP.

Kegiatan pembelajaran memberikan pengalaman kepada siswa untuk belajar secara aktif, baik melalui kerja kelompok maupun kegiatan individu. Melalui TTS, siswa berdiskusi dan saling membantu dalam menemukan jawaban, sedangkan melalui LKPD mandiri siswa berlatih menyelesaikan pengurangan bilangan cacah dan soal cerita. Kegiatan tersebut juga melatih sikap gotong royong, kemandirian, dan kemampuan bernalar kritis yang menjadi bagian dari tujuan pembelajaran. Pembelajaran ini sejalan dengan SDGs Ke-4: Pendidikan Berkualitas karena memberikan pengalaman belajar yang aktif, bermakna, dan mengembangkan pengetahuan serta keterampilan siswa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNY turut berkontribusi dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih bervariasi bagi siswa sekolah dasar. Integrasi Pendidikan Pancasila dan Matematika membuat siswa tidak hanya mengenal lingkungan tempat tinggalnya, tetapi juga dapat mengembangkan kemampuan berhitung melalui kegiatan yang dilakukan secara individu dan berkelompok. Kegiatan pembelajaran seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya mendukung terciptanya pendidikan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan siswa.