Belajar Matematika Seru! Siswa Kelas II SD Negeri Caturtunggal 4 Eksplorasi Berbagai Cara Penjumlahan dan Pengurangan

Yogyakarta, 3 September 2026 – Mahasiswa Praktik Kependidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Umi Ni’matul Khoiriyah dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar melaksanakan pembelajaran Matematika di kelas II SD Negeri Caturtunggal 4 yang berlangsung aktif dan menyenangkan. Melalui kegiatan pembelajaran mendalam, siswa diajak mengeksplorasi berbagai cara melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 20. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran yang bermakna, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa sekolah dasar.

Pembelajaran yang disusun oleh mahasiswa Umi Ni’matul Khoiriyah menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning. Kegiatan diawali dengan apersepsi melalui contoh permen dan apel yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Selanjutnya, guru menghadirkan cerita Budi dan Wila yang memetik jambu air untuk mengajak siswa memecahkan masalah penjumlahan dan pengurangan. Dengan memanfaatkan sedotan atau stik es krim sebagai benda konkret, siswa belajar menghitung melalui berbagai cara, seperti menghitung maju, penjumlahan bersusun, dan pasangan bilangan (number bond).

Kegiatan semakin menarik ketika siswa bekerja berpasangan menyelesaikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), kemudian mengikuti tantangan angka menggunakan media spinwheel yang ditampilkan melalui laptop. Setiap pasangan berkesempatan mengerjakan soal penjumlahan atau pengurangan dari angka yang diperoleh dan menyajikan hasilnya di depan kelas. Aktivitas ini mendorong siswa untuk berpikir kritis, berkomunikasi, bekerja sama, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang dikerjakan. Pembelajaran juga dilengkapi dengan refleksi dan pengaitan materi dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, pembelajaran Matematika tidak hanya berfokus pada ketepatan menghitung, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang aktif, menyenangkan, dan kontekstual. Pelaksanaan pembelajaran tersebut mendukung SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam menciptakan kesempatan belajar yang bermakna bagi anak-anak melalui penggunaan benda konkret, media pembelajaran, dan kegiatan pemecahan masalah. Dokumentasi kegiatan memperlihatkan keterlibatan siswa dalam suasana kelas yang edukatif dan interaktif. Ke depan, penerapan pembelajaran inovatif diharapkan terus dikembangkan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di sekolah dasar.