Studi Kasus dan Musyawarah Hidupkan Pembelajaran Pancasila, Mahasiswa PK UNY Dukung SDG 4 melalui Cooperative Learning

Yogyakarta – Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Anaku Tresa Indahati, dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), melaksanakan praktik mengajar di SD Negeri Adisutjipto 2 pada Rabu, 2 September 2026. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan di kelas V pada mata pelajaran Pendidikan Pancasia dengan materi norma, hak, kewajiban, dan musyawarah. Pembelajaran tersebut dirancang menggunakan model Cooperative Learning yang memadukan metode diskusi, tanya jawab, demonstrasi, bermain peran, penugasan, dan presentasi. Model tersebut diterapkan untuk memberikan ruang kepada peserta didik agar terlibat secara aktif dalam memahami materi sekaligus menghubungkannya dengan situasi yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. 

Sebanyak 16 peserta didik kelas V terlibat dalam kegiatan pembelajaran dan dibagi menjadi empat kelompok. Pada kegiatan inti, peserta didik diperkenalkan dengan konsep norma, hak, dan kewajiban melalui contoh konkret yang terdapat di lingkungan sekolah. Beberapa benda, seperti sapu, tempat sampah, buku, dan tata tertib kelas, digunakan sebagai media untuk membantu peserta didik mengidentifikasi hubungan antara benda dan penerapan norma, hak, serta kewajiban. 

Selanjutnya, peserta didik bekerja dalam kelompok menggunakan kartu norma, kartu hak, kartu kewajiban, lembar klasifikasi, LKPD, dan kartu situasi. Setiap kelompok membaca dan mendiskusikan kartu yang diperoleh, kemudian mengidentifikasi apakah contoh perilaku tersebut termasuk norma, hak, atau kewajiban serta menentukan penerapannya dalam lingkungan keluarga atau sekolah. Hasil diskusi kemudian disajikan oleh perwakilan kelompok dan ditanggapi oleh kelompok lainnya. 

Kegiatan dilanjutkan dengan musyawarah dan bermain peran. Setiap kelompok memperoleh situasi yang berbeda untuk dianalisis dan diselesaikan bersama. Peserta didik mengikuti tahapan membaca situasi, mengidentifikasi norma, hak, dan kewajiban, melakukan musyawarah, menentukan solusi, kemudian mempraktikkan hasil musyawarah melalui bermain peran. 

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari peserta didik. “Saya merasa senang ketika berdiskusi dan bermain peran karena dapat bekerja sama dengan teman serta belajar bagaimana menyelesaikan perbedaan pendapat melalui musyawarah,” ujar salah satu peserta didik kelas V. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik memperoleh pengalaman langsung dalam menyampaikan pendapat, mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain, bekerja sama, serta menerima keputusan bersama. 

Melalui kegiatan pembelajaran tersebut, peserta didik tidak hanya diarahkan untuk memahami konsep secara teoritis, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan kerja sama, tanggung jawab, bernalar kritis, komunikasi, dan kemampuan menyelesaikan perbedaan pendapat. Hal tersebut selaras dengan profil yang dikembangkan dalam pembelajaran, yaitu beriman, bernalar kritis, gotong royong, mandiri, dan kreatif. Kegiatan praktik mengajar ini sekaligus menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa PK UNY dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya SDG 4: Pendidikann Berkualitas. Pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara aktid melalui diskusi, kerja kelompok, praktik, dan bermain peran diharapkan dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna serta mendorong berkembangnya pengetahuan, keterampilan, dan karakter peserta didik. 

Sebagai calon pendidik, Anaku Tresa Indahati berupaya menghadirkan pembelajaran Pendidikan Pancasila yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempraktikkan nilai-nilai yang dipelajari dalam konteks kehidupan nyata. Melalui pembelajaran yang aktif dan kolaboratif, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan proses pendidikan yang berkualitas dan mendukung pencapaian SDG 4 “Pendidikan Berkualitas” di lingkungan sekolah.