Mengenal Desa dan Kelurahan Lewat Poster: Pembelajaran Interaktif Pancasila Berbasis PjBL di SD Negeri Margoyasan

Yogyakarta, 11 September 2026 – Pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas IV SD Negeri Margoyasan dilaksanakan dengan menerapkan model Project Based Learning (PjBL) pada materi Desa dan Kelurahan. Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada peserta didik melalui kegiatan kelompok dan pembuatan proyek berupa poster. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada pemahaman materi secara teoritis, tetapi juga mendorong peserta didik untuk bekerja sama, berdiskusi, menyampaikan pendapat, serta menghasilkan karya. Kegiatan ini dilaksanakan di dalam kelas dengan melibatkan peserta didik kelas IV dan mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) UNY sebagai pendamping pembelajaran. Kegiatan tersebut memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4, yaitu Pendidikan Bermutu (Quality Education), karena mendukung terciptanya proses pembelajaran yang aktif, kolaboratif, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik.

Pembelajaran diawali dengan kegiatan pendahuluan berupa salam, doa, pengecekan kehadiran, serta apersepsi untuk menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Guru dan mahasiswa PK UNY kemudian menyampaikan materi mengenai desa dan kelurahan, meliputi pengertian, karakteristik, serta persamaan dan perbedaan antara desa dan kelurahan. Setelah memahami materi, peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengerjakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Setiap kelompok memperoleh topik yang berbeda, yaitu mengenai kepala desa, kelurahan, persamaan desa dan kelurahan, serta perbedaan desa dan kelurahan. Melalui LKPD tersebut, peserta didik diarahkan untuk mencari, memahami, mengolah, dan menyusun informasi yang telah dipelajari menjadi sebuah proyek poster. Peserta didik bekerja sama dalam menentukan informasi yang akan dicantumkan, menata isi poster, serta menempelkan bahan yang telah disediakan. Selama proses pengerjaan, mahasiswa PK UNY mendampingi peserta didik, membantu menjelaskan materi yang belum dipahami, serta memberikan arahan agar setiap anggota kelompok dapat berpartisipasi dalam menyelesaikan proyek.

Penerapan model Project Based Learning memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar melalui pengalaman secara langsung. Peserta didik tidak hanya menerima penjelasan dari guru, tetapi juga terlibat dalam proses menghasilkan produk pembelajaran. Pembuatan poster membantu peserta didik mengorganisasikan informasi mengenai desa dan kelurahan dalam bentuk yang lebih konkret dan mudah dipahami. Selain meningkatkan pemahaman terhadap materi Pendidikan Pancasila, kegiatan kelompok juga melatih kemampuan komunikasi, kerja sama, tanggung jawab, kreativitas, dan pemecahan masalah. Peserta didik belajar untuk membagi tugas, menyampaikan ide, menghargai pendapat teman, dan menyelesaikan proyek secara bersama-sama. Kegiatan tersebut menunjukkan kontribusi terhadap SDG 4, khususnya dalam mendukung pendidikan yang inklusif, bermutu, dan mendorong pengembangan keterampilan peserta didik yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21.

Melalui kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan tidak hanya mampu memahami konsep desa dan kelurahan, tetapi juga dapat mengaitkannya dengan kehidupan bermasyarakat. Proyek poster yang dihasilkan menjadi bentuk dokumentasi pemahaman peserta didik sekaligus hasil karya kelompok. Ke depan, penerapan pembelajaran berbasis proyek dapat terus dikembangkan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila maupun mata pelajaran lainnya agar peserta didik semakin aktif dan memiliki pengalaman belajar yang bermakna. Kegiatan serupa diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan pembelajaran yang kreatif, kolaboratif, dan berkelanjutan serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.