You are here
Belajar Perkalian melalui Bakpia, Wujud Pembelajaran Berkualitas Berbasis Budaya Lokal
Primary tabs

Yogyakarta – Mahasiswa PGSD Praktik Kependidikan 2026 di SD Negeri Samirono menghadirkan pembelajaran matematika berbasis budaya lokal melalui pendekatan etnomatematika dengan mengangkat bakpia sebagai makanan khas tradisional Yogyakarta. Kegiatan yang dilaksanakan pada siswa kelas III ini menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dan pembelajaran mendalam (deep learning) untuk menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna. Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Bermutu, melalui pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif dan pemahaman konsep siswa. Pembelajaran diawali dengan siswa membaca informasi mengenai bakpia, kemudian menghubungkannya dengan konsep perkalian melalui situasi porsi. Satu porsi bakpia berisi lima buah, sehingga siswa diberikan permasalahan untuk menentukan jumlah bakpia dalam beberapa porsi.
Siswa kemudian menggunting gambar bakpia dan menempelkannya pada gambar piring sesuai dengan jumlah porsi. Aktivitas konkret tersebut membantu siswa memahami perkalian sebagai penjumlahan berulang. Melalui kegiatan ini, matematika dipelajari tidak hanya melalui angka dan simbol, tetapi juga melalui budaya yang dekat dengan kehidupan siswa. Pembelajaran etnomatematika sekaligus mengenalkan bakpia sebagai bagian dari budaya lokal Yogyakarta. Kegiatan tersebut mendukung SDG 4 dengan menghadirkan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan bermakna, serta membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir dan memecahkan masalah melalui pengalaman belajar yang dekat dengan lingkungan mereka. ~Farahnaila Danandewi~
Copyright © 2026,