From Market to Meaningful Math: Mahasiswa UNY Hadirkan Pembelajaran Matematika Bermakna melalui Simulasi Pasar

Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Syahda Nofa Sabrina melaksanakan praktik mengajar matematika di SD Negeri Blunyahrejo pada Kamis, 10 September 2026. Mengacu pada modul ajar Fase C Kelas V, kegiatan pembelajaran mengangkat materi bilangan cacah melalui simulasi pasar. Pembelajaran ini dirancang untuk menghubungkan konsep matematika dengan pengalaman sehari-hari murid, khususnya dalam aktivitas jual beli.

Kegiatan diawali dengan menyapa murid, mengecek kehadiran, memberikan ice breaking, dan mengulas materi sebelumnya. Mahasiswa kemudian mengajak murid berdiskusi mengenai pengalaman berbelanja di pasar tradisional, cara menghitung total belanja, serta uang kembalian. Untuk memperkuat pemahaman, mahasiswa menampilkan gambar suasana pasar tradisional Yogyakarta dan video pembelajaran tentang transaksi jual beli. Murid diajak mengamati aktivitas penjual dan pembeli serta mengidentifikasi penggunaan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian dalam transaksi.

Pada kegiatan inti, murid dibagi ke dalam kelompok beranggotakan 3 kelompok pembeli dan 1 kelompok kasir. berdasarkan hasil asesmen diagnostik awal. Pembagian kelompok menerapkan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) dengan memberikan tugas sesuai kemampuan murid. Kelompok dasar berlatih menghitung total harga, kelompok menengah menyelesaikan simulasi belanja dan uang kembalian, sedangkan kelompok lanjut menganalisis kombinasi belanja paling efisien dengan uang terbatas. Dalam pengerjaan LKPD, murid menggunakan uang tiruan sebagai media pembelajaran dan berdiskusi untuk menyelesaikan permasalahan yang diberikan. Mahasiswa berkeliling membimbing kelompok serta memastikan setiap murid terlibat dalam proses pembelajaran.

Salah satu aktivitas yang menarik perhatian murid adalah ketika mereka harus menentukan kombinasi barang yang dapat dibeli dengan uang terbatas. Murid perlu membandingkan harga, menghitung pengeluaran, dan mempertimbangkan pilihan yang paling sesuai. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada murid untuk menerapkan operasi hitung sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis, bekerja sama, dan mengambil keputusan secara mandiri.

Setelah menyelesaikan LKPD, setiap kelompok mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas. Kelompok lain memberikan apresiasi, kemudian mahasiswa memberikan penguatan terhadap strategi perhitungan yang tepat. Murid selanjutnya mengerjakan evaluasi individu sebagai asesmen formatif untuk mengetahui pemahaman terhadap operasi hitung dalam konteks pasar. Pembelajaran ditutup dengan rangkuman dan refleksi menggunakan sticky note. Melalui kegiatan tersebut, murid menuliskan pengalaman serta pengetahuan yang diperoleh selama pembelajaran.

Praktik mengajar di SD Negeri Blunyahrejo turut mendukung pencapaian beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Simulasi pasar mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Bermutu melalui pembelajaran matematika yang kontekstual, aktif, dan bermakna. Kegiatan jual beli juga berkaitan dengan SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi karena mengenalkan aktivitas ekonomi sederhana kepada murid. Selain itu, perencanaan belanja dengan uang terbatas sejalan dengan SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pembiasaan memilih barang sesuai kebutuhan dan menggunakan sumber daya secara bijak.

Melalui praktik mengajar ini, mahasiswa UNY memperoleh pengalaman dalam merancang pembelajaran yang adaptif terhadap kemampuan murid dengan memadukan Problem Based Learning, TaRL, dan media konkret. Simulasi pasar menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dapat berlangsung secara menyenangkan dan bermakna ketika murid diberi kesempatan untuk mengalami, berdiskusi, serta menerapkan pengetahuan dalam situasi kehidupan sehari-hari.