PEMBELAJARAN IPAS BERBASIS DEEP LEARNING AJAK SISWA KELAS III SDN MARGOYASAN MENGENAL LINGKUNGAN

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Tamara Novia Zahara dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), melaksanakan pembelajaran IPAS yang aktif dan bermakna bersama siswa kelas III SD Negeri Margoyasan. Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan pada Rabu, 26 Agustus 2026 ini mengangkat materi komponen biotik dan abiotik melalui kegiatan pembelajaran luar kelas. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada siswa dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar sekaligus mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna.

Pembelajaran dirancang menggunakan model pembelajaran deep learning yang menekankan proses belajar secara mendalam, bermakna, dan menyenangkan. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya menerima penjelasan mengenai komponen biotik dan abiotik, tetapi juga terlibat secara langsung dalam mengamati lingkungan di sekitar sekolah. Kegiatan diikuti oleh siswa kelas III dengan guru berperan sebagai fasilitator yang memberikan arahan selama proses pengamatan. Pembelajaran diawali dengan apersepsi mengenai lingkungan sekitar dan pengenalan konsep komponen biotik sebagai makhluk hidup serta komponen abiotik sebagai unsur tidak hidup yang terdapat di lingkungan.

Pada kegiatan inti, siswa diajak keluar kelas untuk melakukan pengamatan secara langsung terhadap lingkungan sekitar SD Negeri Margoyasan. Siswa mengamati berbagai objek yang ditemukan, seperti tumbuhan, hewan, manusia, tanah, batu, air, udara, dan cahaya matahari, kemudian mengidentifikasi serta mengelompokkannya ke dalam komponen biotik dan abiotik. Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar dengan mengamati, menemukan, mengajukan pertanyaan, berdiskusi, dan menyampaikan hasil pengamatannya. Kegiatan pembelajaran luar kelas ini memberikan pengalaman yang lebih nyata sehingga siswa dapat menghubungkan materi IPAS dengan kondisi lingkungan yang mereka jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran yang dilakukan secara langsung juga mendorong siswa untuk lebih aktif, memiliki rasa ingin tahu, serta memahami hubungan antara makhluk hidup dan lingkungan di sekitarnya.

Pembelajaran berbasis pengalaman langsung tersebut sejalan dengan SDGs ke-4, yaitu “Pendidikan Berkualitas”, yang menekankan pentingnya pendidikan yang berkualitas dan kesempatan belajar yang bermakna. Penerapan model pembelajaran deep learning melalui kegiatan luar kelas menjadi salah satu upaya menciptakan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pemahaman materi, tetapi juga mendorong siswa untuk berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, dan mengaitkan pengetahuan dengan kehidupan nyata.

Sebagai bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada siswa, kegiatan luar kelas diharapkan dapat terus dikembangkan dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Pengalaman belajar secara langsung memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun pemahamannya melalui proses mengamati dan menemukan, sehingga pembelajaran menjadi lebih aktif, menyenangkan, dan bermakna. Ke depan, penerapan pembelajaran deep learning melalui pemanfaatan lingkungan sekitar diharapkan dapat terus memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran sekaligus menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan.