You are here
Jelajah Detektif Air: Mahasiswa PK UNY Hadirkan Pembelajaran IPAS Berbasis Lingkungan di SD Pedagogia
Primary tabs

Yogyakarta, 27 Agustus 2026 — Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di SD Pedagogia Labschool FIP UNY menghadirkan pembelajaran IPAS berbasis lingkungan melalui kegiatan “Jelajah Detektif Air”. Kegiatan yang dilaksanakan pada 27 Agustus 2026 tersebut mengajak murid kelas V B memahami pentingnya air dalam kehidupan melalui pengalaman belajar langsung dengan mengamati berbagai bentuk pemanfaatan air di lingkungan sekolah. Pembelajaran ini menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas serta selaras dengan tujuan ke-6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak.
Kegiatan real teaching yang dilaksanakan oleh mahasiswa PK UNY, Talitha Gita Elysia, mengangkat materi “Pentingnya Air dalam Kehidupan” dengan menerapkan pendekatan Discovery Learning. Melalui kegiatan “Jelajah Detektif Air”, murid tidak hanya mempelajari konsep air melalui penjelasan di kelas, tetapi juga melakukan pengamatan secara langsung terhadap berbagai sumber dan pemanfaatan air yang tersedia di lingkungan sekolah. Murid bekerja secara berkelompok untuk mengidentifikasi objek yang berkaitan dengan penggunaan air, seperti wastafel, dispenser atau galon air, toilet, tempat wudu, serta sprinkler putar sebagai alat penyiram tanaman otomatis. Hasil pengamatan tersebut kemudian dicatat melalui Lembar Jelajah Detektif Air dan dikembangkan melalui LKPD “Detektif Air – Pentingnya Air dalam Kehidupan”. Melalui diskusi kelompok dan kegiatan peer sharing, murid menghubungkan hasil temuan di lingkungan sekolah dengan konsep mengenai peran air bagi manusia, hewan, dan tumbuhan, kandungan air di bumi, serta proses pergerakan air.
Pelaksanaan kegiatan mendapatkan respons positif dari murid. Murid terlihat antusias ketika melakukan pengamatan langsung di luar kelas untuk menemukan berbagai bentuk pemanfaatan air di lingkungan sekolah. Salah satu temuan menarik bagi murid adalah keberadaan sprinkler putar yang digunakan untuk menyiram tanaman. Meskipun sebagian murid telah mengetahui keberadaan alat tersebut, beberapa murid baru memahami nama dan fungsi sprinkler melalui kegiatan pengamatan secara langsung. Selain itu, melalui proses diskusi dan pengerjaan LKPD, murid memperoleh penguatan pemahaman mengenai tiga bentuk air di bumi, yaitu bentuk cair yang terdapat pada sungai dan danau, bentuk padat berupa es di wilayah kutub, serta bentuk gas berupa uap air di udara.
Kegiatan pembelajaran ini juga memiliki keterkaitan dengan budaya SD Pedagogia Labschool FIP UNY dalam membangun kebiasaan hidup bersih dan bertanggung jawab melalui pemanfaatan air dalam aktivitas sehari-hari. Sekolah telah menerapkan pembiasaan seperti mencuci tangan sebelum makan serta mencuci alat makan secara mandiri setelah makan yang dilakukan oleh seluruh murid. Melalui pembelajaran berbasis lingkungan ini, mahasiswa PK UNY berharap murid tidak hanya memahami pentingnya air sebagai bagian dari materi IPAS, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menggunakan dan menjaga keberlanjutan sumber daya air secara bijak dalam kehidupan sehari-hari.
Copyright © 2026,