You are here
SDGS DI BALIK PAPAN FPB: CERITA PRAKTIK KEPENDIDIKAN DI SD NEGERI GEDONGKIWO
Primary tabs

Kegiatan Praktik Kependidikan (PK) berupa pembelajaran Matematika dengan materi Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dilaksanakan pada Senin, 24 Agustus 2026 di SD Negeri Gedongkiwo. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Muhammad Irfan Nur Hakim dengan NIM 23010630181, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dengan sasaran peserta didik kelas VB. Pembelajaran dilaksanakan selama dua jam pelajaran, yaitu pukul 07.30–08.40 WIB. Kegiatan pembelajaran dirancang menggunakan pendekatan Deep Learning dengan model Problem Based Learning (PBL) serta metode ceramah, tanya jawab, diskusi kelompok, latihan soal, dan presentasi. Kegiatan ini memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui pelaksanaan pembelajaran matematika yang aktif, bermakna, dan melibatkan peserta didik secara langsung. Pembelajaran bertujuan agar peserta didik mampu menjelaskan pengertian faktor suatu bilangan, menentukan faktor suatu bilangan, menentukan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari dua atau lebih bilangan, serta menyelesaikan permasalahan kontekstual dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan FPB.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan apersepsi, kemudian guru menjelaskan konsep faktor dan FPB serta beberapa cara untuk menentukan FPB melalui materi yang ditampilkan menggunakan PowerPoint dan LCD. Setelah memahami materi, peserta didik diberikan kesempatan untuk mempraktikkan konsep FPB menggunakan media konkret berupa papan FPB yang dibuat dari karton dan dilengkapi gabus busa bernomor. Peserta didik menggunakan pin paku berwarna untuk menunjukkan faktor dari bilangan dan menemukan faktor persekutuan terbesar secara langsung. Penggunaan media tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk tidak hanya memahami FPB melalui penjelasan dan perhitungan di buku, tetapi juga memvisualisasikan hubungan antarbilangan secara konkret. Setelah kegiatan praktik, peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengerjakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang telah dicetak. LKPD dikerjakan secara berkelompok dan ditulis secara langsung oleh peserta didik berdasarkan hasil diskusi bersama teman kelompok. Peserta didik kemudian mempresentasikan hasil pekerjaan kelompok di depan kelas. Kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi individu berupa soal pilihan ganda yang dikerjakan secara tertulis. Berdasarkan hasil evaluasi, sebanyak 15 dari 19 peserta didik atau sebesar 78,95% memperoleh nilai yang baik, sedangkan 4 peserta didik atau 21,05% masih memerlukan penguatan dalam memahami materi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik dapat mengikuti pembelajaran dan memahami konsep FPB yang telah dipelajari. Pelaksanaan pembelajaran memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya berfokus pada kemampuan berhitung, tetapi juga melatih peserta didik untuk berdiskusi, bekerja sama, menyampaikan pendapat, mempraktikkan konsep, dan mempresentasikan hasil pekerjaan. Aktivitas peserta didik berlangsung sejak awal pembelajaran melalui kegiatan menyimak penjelasan, melakukan praktik menggunakan media papan FPB, berdiskusi dan mengerjakan LKPD bersama kelompok, mempresentasikan hasil diskusi, hingga mengerjakan evaluasi secara individu.
Pembelajaran FPB juga dapat dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, misalnya ketika peserta didik perlu membagi sejumlah benda ke dalam beberapa kelompok dengan jumlah yang sama tanpa sisa. Dengan demikian, peserta didik dapat melihat bahwa konsep FPB tidak hanya digunakan untuk menyelesaikan soal matematika, tetapi juga dapat diterapkan dalam situasi sederhana di kehidupan sehari-hari. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung SDG 4 Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui pembelajaran yang memberikan pengalaman belajar aktif dan kontekstual bagi peserta didik sekolah dasar. Melalui kegiatan Praktik Kependidikan ini, penggunaan media konkret seperti papan FPB diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai alternatif dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Pembelajaran yang memadukan penjelasan materi, praktik langsung, diskusi kelompok, LKPD, presentasi, dan evaluasi dapat menjadi pengalaman belajar yang lebih beragam bagi peserta didik. Tindak lanjut pembelajaran dapat dilakukan dengan memberikan pendampingan kepada peserta didik yang masih mengalami kesulitan dalam menentukan faktor dan FPB serta memberikan latihan dengan permasalahan yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan Praktik Kependidikan tidak hanya menjadi pengalaman bagi mahasiswa dalam melaksanakan pembelajaran, tetapi juga dapat memberikan kontribusi terhadap terciptanya pembelajaran yang berkualitas, aktif, dan bermakna sebagai bagian dari upaya mendukung pencapaian SDG 4
Copyright © 2026,