You are here
Mahasiswa PGSD UNY Terapkan Deep Learning dan Problem Based Learning dalam Pembelajaran Pengurangan di Kelas I SD Negeri Blunyahrejo
Primary tabs

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan Praktik Kependidikan di SD Negeri Blunyahrejo pada Kamis, 10 November 2026. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah praktik mengajar mata pelajaran Matematika di kelas I dengan materi “Pengurangan sampai dengan 10”. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menerapkan pendekatan Deep Learning dan model Problem Based Learning (PBL) untuk menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, bermakna, dan sesuai dengan karakteristik murid kelas I. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Bermutu, melalui pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada murid untuk terlibat secara langsung dalam proses belajar.
Kegiatan pembelajaran diawali dengan apersepsi, tanya jawab, dan penjelasan materi secara sederhana agar murid lebih mudah memahami konsep pengurangan. Mahasiswa kemudian menggunakan video pembelajaran sebagai stimulus untuk menarik perhatian dan membangun rasa ingin tahu murid. Murid diajak mengamati video yang menampilkan cerita pengurangan, kemudian menjawab beberapa pertanyaan berdasarkan informasi yang mereka peroleh. Melalui kegiatan tersebut, murid diarahkan untuk memahami bahwa pengurangan berkaitan dengan berkurangnya jumlah suatu benda dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan video dan kegiatan pengamatan juga membuat pembelajaran lebih menarik sehingga murid dapat mengikuti materi dengan lebih antusias. Pendekatan ini membantu murid memahami konsep, bukan hanya menghafalkan hasil pengurangan.
Setelah memahami konsep dasar pengurangan, murid dibagi menjadi V kelompok untuk mengerjakan LKPD yang telah disiapkan. Setiap kelompok berdiskusi untuk menyelesaikan soal-soal pengurangan dan saling membantu apabila terdapat anggota yang mengalami kesulitan. Mahasiswa memberikan arahan dan pendampingan selama proses pengerjaan tanpa mengambil alih tugas murid. Setelah menyelesaikan LKPD, setiap kelompok diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Kelompok lain turut memberikan tanggapan dengan bimbingan mahasiswa. Kegiatan ini tidak hanya membantu murid memahami materi Matematika, tetapi juga memberikan pengalaman untuk belajar bekerja sama, berkomunikasi, menyampaikan pendapat, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang dikerjakan bersama.
Penerapan Deep Learning dan PBL dalam pembelajaran Matematika memberikan pengalaman belajar yang lebih aktif dan bermakna bagi murid kelas I. Melalui rangkaian kegiatan mengamati, memahami masalah, berdiskusi, mengerjakan LKPD, hingga mempresentasikan hasil, murid memperoleh kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Kegiatan tersebut juga mendukung pengembangan beberapa kemampuan penting, seperti penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, dan komunikasi, yang menjadi bagian dari dimensi profil lulusan dalam perangkat pembelajaran.
Copyright © 2026,