Toko Buah KPK sebagai Media Pembelajaran Kontekstual dalam Pembelajaran Matematika Materi KPK di Kelas V SD Adisucipto 2

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan praktik mengajar di kelas V SD Adisucipto 2 pada Rabu, 19 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengalaman mahasiswa dalam menerapkan keterampilan mengajar secara langsung sekaligus mendukung terwujudnya Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas.

Praktik mengajar dilaksanakan pada pembelajaran Matematika dengan materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK). Pembelajaran dirancang menggunakan pendekatan Deep Learning dan model Problem Based Learning (PBL). Materi tidak hanya disampaikan melalui penjelasan konsep, tetapi dikaitkan dengan permasalahan yang dekat dengan kehidupan peserta didik melalui media pembelajaran “Toko Buah KPK”.

Media “Toko Buah KPK” digunakan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual. Peserta didik mendapatkan gambar buah yang memuat soal cerita berkaitan dengan KPK. Mereka membaca permasalahan, mendiskusikan cara penyelesaian, kemudian menuliskan hasilnya pada LKPD. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran dan tidak hanya menerima materi dari guru. Setelah menyelesaikan tugas, peserta didik mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Hasil pekerjaan kemudian dibahas bersama untuk mengetahui langkah penyelesaian yang tepat. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berlatih bekerja sama, menyampaikan pendapat, dan mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannya.

Praktik mengajar tersebut memiliki keterkaitan dengan SDGs 4 melalui upaya menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, aktif, kontekstual, dan bermakna. Penggunaan media “Toko Buah KPK” membantu menghubungkan konsep Matematika dengan situasi yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari, sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih dekat dengan lingkungan mereka.