You are here
Belajar Siklus Hidup Hewan Lebih Seru melalui Proyek Pop-Up Book di Kelas 3B SD Negeri Ngupasan
Primary tabs

Suasana belajar yang aktif terlihat di kelas 3B SD Negeri Ngupasan pada Rabu, 02 September 2026. Murid tampak antusias mengikuti pembelajaran IPAS yang membahas Bab 2 “Siklus Hidup Makhluk Hidup”, Topik A “Siklus Hidup Hewan”. Dalam kegiatan Praktik Kependidikan (PK) tersebut, Masayu Febiyanti, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), mengajak murid belajar melalui video pembelajaran, diskusi, dan proyek membuat pop-up book. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam, tetapi juga menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran yang melibatkan murid secara aktif dan bermakna.
Pembelajaran dilaksanakan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) yang dipadukan dengan pendekatan Deep Learning. Kegiatan diawali dengan salam, doa, apersepsi, dan penyampaian tujuan pembelajaran. Selanjutnya, murid mengamati video tentang siklus hidup hewan, kemudian menyebutkan tahapan dan perubahan yang ditemukan. Murid juga memperoleh penguatan mengenai pengertian siklus hidup, metamorfosis sempurna, dan metamorfosis tidak sempurna. Setelah itu, murid mengamati tahapan siklus hidup hewan yang belum tersusun secara berurutan dan mendiskusikan cara menyajikannya agar mudah dipahami. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan proyek membuat pop-up book. Murid dibagi menjadi enam kelompok, dengan setiap kelompok memperoleh satu jenis hewan. Berpedoman pada LKPD, murid membagi tugas, menyiapkan alat dan bahan, lalu menggunting, melipat, menempel, serta menyusun tahapan siklus hidup hewan hingga menjadi sebuah pop-up book.
Selama proses pembelajaran, murid tampak aktif mengikuti setiap kegiatan dan menunjukkan antusiasme saat mengerjakan proyek bersama kelompoknya. Murid berdiskusi, saling membantu, serta memeriksa kembali hasil karya sebelum dipresentasikan. Setelah pop-up book selesai, setiap kelompok menjelaskan tahapan siklus hidup hewan yang telah dibuat di hadapan teman-temannya. Salah satu murid mengungkapkan, “Belajarnya seru karena kami bisa membuat pop-up book tentang siklus hidup hewan. Jadi, kami lebih tahu urutan siklus hidup hewan.” Kegiatan pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan refleksi dan penguatan materi melalui Wordwall yang dikerjakan secara bersama-sama. Pembelajaran berbasis proyek tersebut membantu murid memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya berfokus pada pemahaman materi, tetapi juga melatih kerja sama, komunikasi, tanggung jawab, dan keterampilan dalam menyelesaikan tugas. Keterlibatan murid secara aktif dalam seluruh proses pembelajaran menunjukkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan SDGs ke-4 “Pendidikan Berkualitas”.
Melalui kegiatan Praktik Kependidikan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid sekolah dasar. Sementara itu, murid memperoleh kesempatan untuk belajar melalui pengalaman langsung dengan memadukan media digital dan media konkret. Ke depan, kegiatan pembelajaran seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan agar murid semakin aktif, antusias, dan memperoleh pengalaman belajar yang bermakna. Pemanfaatan kegiatan berbasis proyek juga diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah serta berkontribusi terhadap pencapaian SDGs ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas.
Copyright © 2026,