Implementasi Model PBL dalam Pembelajaran Pengurangan Bersusun Bilangan 20 melalui Media "Misi Gummy Bear" Kelas II di SDN Blunyahrejo

Pada hari Rabu, 9 September 2026, pukul: 07.30—09.00 WIB, telah dilaksanakan kegiatan pembelajaran Matematika dengan materi Pengurangan Bersusun bilangan sampai 20 di kelas II SDN Blunyahrejo. Kegiatan ini merupakan bagian dari praktik Program Kependidikan (PK) yang dilaksanakan oleh Alsa Aulia Azzahra. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh siswa kelas II SDN Blunyahrejo yang berjumlah 28 orang. Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya pembelajaran inklusif, setara, dan menyenangkan bagi semua anak.

Tujuan utama kegiatan ini adalah membantu siswa memahami konsep pengurangan bersusun hingga angka 20 secara konkret, bukan sekadar hafalan. Proses pelaksanaan dimulai dengan pembukaan yang unik: siswa diajak bernyanyi bersama sebelum berdoa untuk membangun suasana positif. Pemantik pembelajaran menggunakan media permen Gummy Bear. Mahasiswa menanyakan jumlah permen di awal, lalu mengambil sebagian untuk memicu rasa ingin tahu siswa tentang konsep pengurangan. Setelah itu, mahasiswa menjelaskan materi pengurangan bersusun secara bertahap. Dalam kegiatan inti, siswa diberi kesempatan maju ke depan mencoba soal. Bagi siswa yang masih kesulitan, mahasiswa membantu dengan mengaitkan materi pertemuan sebelumnya, yaitu pengurangan mundur menggunakan garis bilangan. Selanjutnya, siswa dibagi menjadi 6 kelompok dan diberikan LKPD untuk dikerjakan bersama. Setelah diskusi selesai, mahasiswa melakukan undian (spin) untuk memilih satu perwakilan kelompok yang akan mempresentasikan hasil kerja mereka. Pihak yang terlibat dalam kegiatan ini adalah mahasiswa sebagai fasilitator dan seluruh siswa sebagai subjek belajar.

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan dampak positif yang signifikan. Siswa terlihat lebih antusias, aktif, dan percaya diri dalam mengikuti pembelajaran. Penggunaan media konkret seperti Gummy Bear dan garis bilangan terbukti membantu siswa memahami langkah-langkah pengurangan bersusun pada bilangan hingga 20. Sebagai evaluasi individu, mahasiswa membagikan gambar toples kosong dan permen Gummy Bear yang berisi soal bersusun. Siswa diminta mengerjakan soal tersebut dan menempelkannya di toples, yang kemudian menjadi portofolio hasil belajar mereka. Kontribusi kegiatan ini terhadap SDGs adalah terciptanya pengalaman belajar yang bermakna (meaningful learning), di mana siswa tidak hanya menghafal rumus, tetapi memahami konsep melalui pengalaman langsung.

Harapan dari kegiatan ini adalah agar siswa dapat terus mengembangkan kemampuan berhitung mereka, khususnya dalam operasi pengurangan bersusun bilangan sampai 20, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan sikap teliti. Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah penggunaan media serupa untuk materi matematika selanjutnya, agar pembelajaran tetap berpusat pada siswa dan menyenangkan.