Belajar dari Lingkungan: Mengenal Perubahan Wujud Zat dalam Kehidupan Sehari-hari di SDN Suryodiningratan 2

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan kegiatan pembelajaran IPAS di SD Negeri Suryodiningratan 2. Kegiatan ditujukan kepada peserta didik kelas IV dengan alokasi waktu 2 × 35 menit. Pembelajaran mengangkat topik “Perubahan Wujud Zat dalam Kehidupan Sehari-hari”. Kegiatan ini menggunakan model Discovery Learning dengan kegiatan tanya jawab, pengamatan, diskusi, analisis masalah, presentasi, dan penugasan. Kegiatan tersebut berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4 yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui pemberian pengalaman belajar yang aktif, bermakna, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Pembelajaran bertujuan agar peserta didik mampu mengenali wujud zat padat, cair, dan gas untuk mengidentifikasi enam jenis perubahan wujud zat serta menjelaskan penyebab perubahan tersebut berdasarkan hasil pengamatan. Kegiatan diawali dengan salam, doa, pengecekan kehadiran, menyanyikan lagu “Garuda Pancasila”, dan pengamatan gambar es batu, air dalam freezer, pakaian basah, embun pada daun, serta kapur barus. Guru kemudian menayangkan video pembelajaran dan memberikan pertanyaan pemantik. Pada kegiatan inti, peserta didik mengamati kartu bergambar berbagai peristiwa perubahan wujud zat, seperti es batu menjadi air, air menjadi es, pakaian basah menjadi kering, titik air pada gelas, kapur barus yang semakin kecil, dan terbentuknya kristal es. Peserta didik bekerja dalam kelompok berisi 4 sampai 5 orang untuk mengelompokkan kartu, menentukan wujud awal dan akhir, mengidentifikasi jenis perubahan, serta menganalisis kasus pada LKPD. Setiap kelompok kemudian menyampaikan hasil analisisnya di depan kelas.

Kegiatan pembelajaran memberikan pengalaman kepada peserta didik untuk menghubungkan konsep perubahan wujud zat dengan peristiwa yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik berlatih mengamati, menyampaikan pendapat, bekerja sama, menganalisis masalah, dan mempresentasikan hasil kerja. Kegiatan juga mendukung pembentukan sikap percaya diri, disiplin, tanggung jawab, serta kerja sama dan diskusi kelompok. Aspek tersebut tercermin dalam instrumen pengamatan sikap dan performa yang digunakan selama pembelajaran.

Melalui kegiatan ini peserta didik diharapkan semakin mampu memahami perubahan wujud zat dan menjelaskan peristiwa tersebut berdasarkan pengalaman sehari-hari. Pembelajaran juga diharapkan menjadi pengalaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan mengamati berbagai perubahan benda di lingkungan sekitar. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilanjutkan dengan pengamatan perubahan wujud zat di rumah bersama orang tua sehingga pembelajaran tetap terhubung dengan lingkungan peserta didik.