SDGs di Balik Detak Jam: Cerita Praktik Kependidikan di SDN Suryodiningratan 2

Kegiatan Praktik Kependidikan (PK) berupa pembelajaran Matematika dengan tema "Detektif Waktu: Menentukan dan Membandingkan Durasi dalam Jadwal Kegiatanku" dilaksanakan pada Rabu, 27 Agustus 2026 di SD Negeri Suryodiningratan 2. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Anindya Yunita Rahmawati, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dalam rangka pelaksanaan Praktik Kependidikan dengan sasaran peserta didik kelas III. Pembelajaran ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning dan model Problem Based Learning (PBL), serta memiliki keterkaitan erat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas (Quality Education), karena berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran matematika yang bermakna, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik.

Kegiatan pembelajaran ini bertujuan melatih peserta didik menentukan durasi dari dua kegiatan yang berbeda, membandingkan durasi menggunakan istilah lebih lama, lebih singkat, atau sama lama, serta mengurutkan beberapa kegiatan berdasarkan durasinya. Proses pembelajaran diawali dengan kegiatan apersepsi melalui pertanyaan pemantik terkait rutinitas harian peserta didik, dilanjutkan dengan penyajian permasalahan kontekstual berupa jadwal kegiatan sehari-hari. Peserta didik selanjutnya dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk mengikuti permainan edukatif bertajuk "Detektif Waktu" dengan memanfaatkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan kartu misi yang memuat permasalahan waktu dan durasi. Sebagai bentuk penguatan pemahaman konsep secara konkret, peserta didik mempraktikkan secara langsung penggunaan jam analog asli untuk menentukan waktu mulai dan waktu selesai suatu kegiatan, kemudian menghitung durasinya dengan menggerakkan jarum jam secara nyata. Kegiatan ini melibatkan peran aktif guru pamong serta peserta didik kelas III sebagai subjek pembelajaran, dan diakhiri dengan sesi presentasi hasil diskusi kelompok di depan kelas.

Pelaksanaan kegiatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan pemahaman peserta didik terhadap konsep waktu dan durasi secara konkret dan aplikatif, sekaligus menumbuhkan keterampilan kolaborasi, komunikasi, dan penalaran kritis melalui kerja kelompok. Penggunaan jam analog asli terbukti efektif membantu peserta didik yang sebelumnya mengalami kesulitan membaca waktu secara abstrak, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mudah dipahami. Bagi lembaga sekolah, kegiatan ini memberikan kontribusi berupa variasi metode pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan, sedangkan bagi masyarakat luas, kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pencapaian SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pendidikan dasar yang inklusif, kontekstual, dan berorientasi pada kecakapan hidup peserta didik sejak usia sekolah dasar.

Melalui kegiatan Praktik Kependidikan ini, diharapkan model pembelajaran berbasis Problem Based Learning dengan pemanfaatan media konkret seperti jam analog dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara berkelanjutan di SD Negeri Suryodiningratan 2, guna mendukung terciptanya generasi yang cakap dalam manajemen waktu sejak dini. Tindak lanjut dari kegiatan ini diharapkan berupa pendampingan lanjutan bagi peserta didik yang masih memerlukan penguatan konsep durasi, serta pengembangan variasi media pembelajaran matematika lainnya yang relevan dengan konteks kehidupan sehari-hari peserta didik.