Belajar Sambil Bermain: Dari Toko Buah ke dalam Konsep Penyelesaian KPK dan FPB melalui Model Problem Based Learning

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan kegiatan pembelajaran Matematika di kelas V SD Negeri Suryodiningratan 2 dengan materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB). Kegiatan dilaksanakan selama 2 × 35 menit dengan sasaran peserta didik kelas V yang berjumlah 16 siswa. Pembelajaran dilakukan melalui permainan “Toko Buah” sebagai kegiatan untuk membantu peserta didik memahami konsep KPK dan FPB melalui pembelajaran dengan permainan dan dekat dengan pengalaman belajar mereka. Kegiatan ini berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, karena memberikan pengalaman pembelajaran yang aktif, bermakna, dan menyenangkan bagi peserta didik. Pembelajaran di dalam kelas berbasis permainan ini membantu peserta didik memahami konsep KPK dan FPB serta mampu membedakan penggunaan keduanya dalam menyelesaikan permasalahan. Kegiatan diawali dengan apersepsi mengenai faktor dan kelipatan yang telah dipelajari sebelumnya. Peserta didik kemudian mengamati permasalahan melalui PPT dan mencoba menentukan penyelesaiannya berdasarkan pengetahuan yang sudah dimiliki. Setelah mendapatkan penjelasan mengenai konsep KPK dan FPB, peserta didik mengikuti permainan “Toko Buah” secara berkelompok. Dalam permainan tersebut, peserta didik memilih buah yang berisi soal KPK atau FPB, kemudian membaca soal yang ada, menentukan penyelesaian yang akan digunakan, berdiskusi, serta menuliskan langkah penyelesaiannya.

Buah yang telah dipilih kemudian digunting dan ditempelkan pada buku LKPD yang. Hasil pekerjaan diperiksa oleh guru yang berperan sebagai kasir. Peserta didik yang jawabannya benar mendapatkan tanda “Lunas”, sedangkan peserta didik yang masih melakukan kesalahan diberi kesempatan untuk memperbaiki jawabannya. Kegiatan ini membuat guru dan peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Kegiatan pembelajaran memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar Matematika sambil bermain. Melalui permainan tersebut, peserta didik tidak hanya berlatih menentukan KPK dan FPB, tetapi juga belajar berdiskusi, menyampaikan pendapat, bekerja sama, bertanggung jawab, dan memeriksa kembali hasil pekerjaan. Hal ini mendukung pencapaian SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui proses pembelajaran yang memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir, berkomunikasi, bekerja sama, dan belajar secara mandiri. Dalam modul pembelajaran, kegiatan kelompok juga dirancang agar peserta didik dapat saling membantu, menghargai pendapat, dan bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaan bersama sehingga pembelajaran tidak hanya fokus pada materi namun dapat bermain sambil belajar secara berkelompok. Melalui kegiatan ini, diharapkan pembelajaran Matematika dapat memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan dan membantu peserta didik memahami materi KPK dan FPB dengan lebih baik. Permainan “Toko Buah” dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan pembelajaran yang dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Kedepannya, pembelajaran serupa diharapkan dapat terus dilakukan dengan memanfaatkan kegiatan yang melibatkan peserta didik secara aktif sehingga tujuan pendidikan yang berkualitas dapat terus didukung melalui kegiatan Praktik Kependidikan.